<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144</id><updated>2011-11-24T04:53:18.217-08:00</updated><category term='Problematika Anak'/><category term='Palestina'/><category term='ruang tak bersekat'/><category term='Stres'/><category term='Problematika Ibu'/><category term='sekolah'/><category term='Info Baby'/><category term='Orat-oret'/><category term='My Story'/><category term='Haura'/><title type='text'>Dunia Loey</title><subtitle type='html'>Di dunia saya sehari-hari yang disibukkan rutinitas keseharian seorang full time mother, banyak terselip kisah dan cerita, baik yang menggelikan, mengharukan sampai yang masih menjadi harapan dan cita-cita.
Melalui dunia Loey, saya ingin berbagi cerita, bahwa hidup tak akan berwarna tanpa dinamika. So enjoy our life with God's direction...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-8947276525368060708</id><published>2010-11-15T21:44:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T21:47:24.034-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Stres? Kayaknya semua orang pasti mengalami, pas browsing makanan, nemu artikel gini, copas ah sumber dari www.KLIKDOKTER.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh Makanan Bergizi Pencegah Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data World Health Organization (WHO), masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yang sangat serius. WHO (2001) menyataan, paling tidak, ada satu dari empat orang di dunia mengalami masalah mental. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang di dunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress kian meningkat dalam masyarakat di era modern. Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya perang, konflik, lilitan krisis ekonomi berkepanjangan. Stress yang berkepsanjangan dapat menyebabkan gangguan kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya stress dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, karena pasokanan makanan yang jauh dari sehat dan bergizi hanya akan mengancam seseorang dari resiko obesitas. Menurut pakar nutrisi, David Zinczenko, tubuh meminta pasokan kalori secara alami ketika kita mengalami stress. Pasokan kalori itu sengaja dipersiapkan tubuh untuk menghadapi tekanan yang dialami seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jenis-jenis makanan sehat dan bergizi yang direkomendasikan Zinczenko untuk mencegah seseorang dari stress:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepaya ternyata mengandung nutrisi yang mampu menghentikan stress seseorang. Nutrisi itu mampu memancing produksi hormon anti stress dalam tubuh. Berdasarkan hasil riset Universitas Alabama, AS satu pepaya berukuran besar mengandung 200 mg vitamin C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Peppermint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh dengan daun mint direkomendasikan sebagai minuman yang mampu membuat anda jauh lebih fokus dan meningkatkan semangat kerja seseorang. Sejumlah riset mengungkap konsumsi teh pepermint selama perjalanan jauh membuat pengendara lebih tahan ngantuk dan tetap fokus. Bagi seseorang yang tidak menyukai teh mungkin bisa menggantinya dengan permen pepermint atau minyak pepermint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Biji Labu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labu terutama pada bijinya mengandung magnesium yang tinggi. Tubuh membutuhkan magnesium dalam jumlah besar, namun sayangnya, hanya 30 persen dari magnesium yang dipenuhi. Akibatnya, resiko gejala stres seperti sakit kepala, cemas, tegang, kelelahan, insomia, gelisah dan tekanan darah tinggi. Seperempat mangkuk biji labu mampu memenuhi setengah kebutuhan magnesium dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alpukat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita membutuhkan cukup kalium yang berguna untuk merelaksasikan otot pada tubuh. Stress dapat menyebabkan berkurangnya kalium dalam tubuh. Alpukat mengandung kalium yang terbilang tinggi, bahkan kandungan kalium dalam alpukat lebih tinggi ketimbang pisang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salmon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kandungan gizi yang cukup esensial dari ikan salmon adalah omega-3. Daging salmon juga mengandung protein tinggi (triptofan). Satu filet salmon memiliki kandungan triptofan yang kita butuhkan dalam satu hari. Makanan bergizi inilah yang dapat menjadi pasokan kalori untuk tubuh kita ketika kita mengalami stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kacang Almond&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang Almond mengandung banyak vitamin E yang dapat memicu tubuh memproduksi hormon anti stres (endhorphin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Havermut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek biokimia dari stres adalah kehabisan stok serotonin, hormon yang membuat Anda merasa sejuk, tenang, dan terkendali. Untuk memperlancar produksi serotonin, konsumsilah makanan kaya serat seperti gandum (havermut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga teratur juga dapat memicu tubuh kita untuk memproduksi hormon anti stress (endhorphin). Jadi selain mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, sebaiknya kita juga melaksanakan pola hidup sehat, salah satunya dengan cara berolahraga secara teratur.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-8947276525368060708?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/8947276525368060708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=8947276525368060708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/8947276525368060708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/8947276525368060708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2010/11/stres-kayaknya-semua-orang-pasti.html' title=''/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-7772720905494812166</id><published>2010-05-13T19:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T20:16:43.443-07:00</updated><title type='text'>Masuk Angin....? Dikerok aja deh !</title><content type='html'>Masuk angin.. ini penyakit yang sering bgt nemplok di badan. Waktu hamil aja yg terbebas dari masuk angin. Pas baby udah lahir, eh lagi2 gampang masuk angin. Jadi penasaran biar badan bisa terhindar dari masuk anin. Coz, kalo udah terserang jadi gak bisa beraktivitas, kepala pusing, bdn meriang, hidung mampet dan pegel2. Biasanya segala macam obat gak ber-efek ngilangin masuk angin, tapi beda kalo udah dikerok. Tp ada yg bilang jangan sering2 dikerok. Jadi penasaran ttg kerokan. Eh iseng cari2 dapet artikel ini nih, ku copas aja deh disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengatasi MASUK ANGIN dengan KEROKAN!&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Kamis, 5 Februari, 2004 oleh: Siswono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gizi.net - Masuk angin memang bukan penyakit berbahaya. Namun, bila sudah parah, virus mudah masuk tubuh. Untuk pencegahan bisa diatasi salah satunya dengan kerokan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang Eropa mengatasi gejala flu (common cold) seperti pegal linu, perut kembung, batuk-pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang, dll, dengan makan sup panas, minum obat flu yang bisa didapat di toko-toko obat, lalu tidur berbungkuskan selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan itu, orang timur khususnya orang Jawa mengatasi kondisi seperti itu dengan menghirup teh hangat atau minum ‘wedang jahe’ hangat. Sementara badan dibalur dengan minyak telon, kayu putih atau minyak apa saja yang bisa menghangatkan tubuh. Yang paling sering dilakukan adalah dengan kerokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu menyatunya kerokan dengan budaya Jawa, banyak orang Barat (bule) dari berbagai negara mempelajari teknik kerokan di sebuah padepokan yang disebut Lemah Putih, di daerah Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah. Memang tidak hanya di tempat ini mereka belajar. Di tempat lain seperti Yogyakarta, mereka juga menanyakan perihal terapi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat para bule, mengherankan sekali kerokan bisa memperbaiki kondisi tubuh yang tidak sehat. Meski pernah dianggap tidak masuk akal, mereka melihat, terapi ini teryata efektif karena murah dan mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kerokan menurut Dr. Koosnadi Saputra, Sp.R, akupunkturis klinik, mirip prinsip pemanasan dengan menggunakan moxa yang sering dipakai saat jarum akupunktur ditusukkan pada tubuh untuk mengatasi masuk angin. Prinsip ini juga tidak jauh berbeda dengan model terapi kop yang biasanya menggunakan alat seperti tanduk, gelas, karet, tabung bambu dan lain-lain. Di negeri asal teknik akupunktur, model terapi ini sudah resmi dipakai sebagai sarana penyembuhan. Menurut Mochtar Wijayakusuma, putra Hembing Wijayakusuma yang juga seorang akupunkturis, penelitian mengapa kerokan memiliki efek menyembuhkan juga pernah dilakukan di Universitas Ghuan Thou, sebuah universitas terkenal di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memberi Rangsang Tubuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dr. Koosnadi menyebutkan, prinsip kerokan adalah upaya meningkatkan temperatur dan energi pada daerah yang dikerok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan energi ini dilakukan dengan pemberian rangsang kulit tubuh bagian luar. Dengan merangsang permukaan kulit lewat dikerok, saraf penerima rangsang di otak menyampaikan rangsangan untuk menimbulkan efek memperbaiki organ yang terkait dengan titik-titik meridian tubuh seperti misalnya organ paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Handrawan Nadesul menambahkan, efek kerokan yang hendak dicapai adalah mengembangnya pembuluh darah kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak, sehingga darah kembali mengalir deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan arus darah ke permukaan kulit ini meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerok yang terbuat dari plastik, tulang, keramik, batu giok, potongan jahe, potongan bawang, dan lain-lain. Alat-alat tersebut harus tumpul supaya tidak melukai kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinse Johanes, seorang pengobat yang berpraktek di daerah Mangga Dua, Jakarta Barat menggunakan alat kerokan yang bentuknya mirip stetoskop. Alat ini bisa dipakai untuk mengerok sekujur tubuh dengan cepat, tak lebih dan lima menit. Menurut Johanes, alat ini sudah dijual bebas di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berfungsi Menghangatkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain koin atau uang logam, perlengkapan lain yang menyertai biasanya berupa minyak urut, balsem, krim atau jenis minyak lain yang berfungsi menghangatkan.&lt;br /&gt;Fungsi minyak ini selain menghangatkan memang untuk melicinkan proses kerokan sehingga menghindari terjadinya kulit lecet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis minyak seperti minyak bayi, minyak jahe, dan minyak lain-lain bisa kita peroleh dengan mudah di toko-toko obat atau warung biasa. Namun jika kita malas pergi jauh-jauh atau keadaan sedikit darurat, artinya segera butuh bahan minyak, kita bisa gunakan minyak kelapa yang dicampur dengan jahe, kencur, sereh, laos, minyak kayu putih, bawang, cabai, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan tersebut setelah dilumat dimasukkan ke dalam minyak yang hendak dicampur. Campuran dari bahan-bahan seperti ini sangat berguna karena minyak asiri yang terkandung di dalamnya juga berfungsi menghangatkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena minyaknya saja sudah terasa hangat apalagi ditambah dengan kerokan, kulit pasti akan terasa sedikit sakit terutama untuk mereka yang memiliki kulit sensitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dikerok, biasanya akan terjadi perubahan warna kulit. Kalau tidak merah, kulit bisa merah kebiruan, bahkan menghitam. Perubahan warna kulit ini menunjukkan tingkatan rasa sakit. Menurut Mochtar Wijayakusuma, warna kulit yang semakin menua menunjukkan semakin berat gangguan penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesuai Titik Meridian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kerokan biasanya dilakukan pada bagian tubuh seperti leher, bahu, punggung maupun pinggang. Atau bisa saja di seluruh bagian tubuh, kecuali alat kelamin, dubur, dan bola mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koosnadi menyebutkan sebaiknya kerokan dilakukan dari arah atas ke bawah. Bisa juga mendatar. Sebaiknya arah kerokan disesuaikan dengan meridian. Supaya efektif kerokannya, sebaiknya berdasarkan pada titik akupuntur dan meridiannya sesuai dengan keluhan penyakit yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan adalah tidak mandi karena setelah kerokan, pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik sekalah kulit dengan lap basah (yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Anda juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah pencegahan. Anda tetap harus ke dokter untuk mengkonsultasikan kondisi ini bila dalam tiga hari, sakit Anda tidak sembuh. Yang jelas, selama sakit lakukanlah hal-hal pendukung lainnya seperti misalnya banyak minum jus jeruk dan tomat, mengkonsumsi makanan dan minuman hangat (seperti wedang jahe, sup kaldu ayam segar yang ditambah wortel, brokoli, bawang merah dan putih) serta istirahat secukupnya. @ Abdi Susanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.kompas.com/kesehatan/news/0401/28/052518.htm &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, dpt lagi artikel di eramuslim.com, juga ku copas aah, biar inget... hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maag dan masuk angin mempunyai keterkaitan erat satu sama lainnya. Bahkan, keduanya merupakan sebab akibat dari terjadinya ketidakseimbangan angin di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah medis, sebenarnya tidak dikenal nama masuk angin. Istilah yang ada adalah Flu atau Cold, untuk menunjukkan gejala demam. Masuk angin terjadi karena karena udara dingin atau terkena angin yang menyebabkan vasokonstriksi (menciutnya) pembuluh darah pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian aliran darah tersebut kurang memberikan nutrisi yang baik ke jaringan tubuh yang menyebabkan rasa tidak enak badan. Oleh karena itu sering dipakai cara yang tradisional seperti kerokan. Dengan kerokan tersebut membuat melebarnya pembuluh darah tepi (vasodilatasi) sehingga aliran darah ke jaringan menjadi lebih baik dan orang tersebut merasa badannya agak lebih enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, garis-garis merah sesuai kerokan, bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada di kulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya angin ke dalam tubuh bisa melalui makanan seperti ubi, singkong, tales, minuman ringan bersoda yang setelah mengkonsumsi kemudian akan bersendawa (bertahak). Berlebihan dalam mengkonsumi makananpun akan menyebabkan ketidak seimbangan dalam angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah angin masuk ke dalam tubuh lalu diserap oleh pembuluh darah, melalui saluran pembuluh darah inilah angin bergerak ke mana-mana, ada yang ke kepala sehingga kepala menjadi pusing atau ke tulang, yang menyebabkan tulang terasa ngilu dan terasa lemas tak bertenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Rasullulah pernah mengajarkan agar ketika mengkonsumsi makanan tidak terlalu banyak. Cukup 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 untuk udara atau angin. Karena itu, ketika makan, sebisa mungkin kaki kanan ditekuk supaya makanan tidak terlalu banyak masuk ke lambung. Yang intinya, untuk menjaga keserasian keseimbangan angin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika makanan terlalu banyak, maka lambung bekerja lebih keras untuk melumat makanan yang masuk tersebut. Asam lambung yang berfungsi melumat, otomatis akan mengeluarkan asamnya lebih banyak. Namun, kontrol asam lambung yang terganggu oleh angin membuat otomatisasinya terganggu, sehingga ketika tidak ada makanan, asam lambung pun keluar dalam jumlah cukup banyak. Hal inilah yang dinamakan asidosis, kelebihan asam lambung, akibatnya rasa panas pada ulu hati seperti yang dialami oleh suami ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa pusing dan kepala berat disebabkan peredaran darah menuju ke kepala terganggu. Hal ini menyebabkan asupan oksigen ke otak pun turut terganggu. Otak merupakan salah satu organ di dalam tubuh yang membutuhkan banyak oksigen. Jika kurang, maka akan terjadi pusing, sakit kepala ataupun migrain. Untuk mengatasi hal ini sebenarnya mudah, ketika pusing menyerang, cepat-cepat sujud walau dalam keadaan tidak shalat. Maksudnya, dalam keadaan sujud, posisi jantung lebih tinggi dari kepala, sehingga mudah mengalirkan darah yang berisi oksigen ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisa juga mengkompres bagian punggung dan leher dengan air hangat, supaya pembuluh darah yang menciut bisa melebar kembali. Cara lain dengan melakukan urutan di batang leher, sebaiknya dengan menggunakan Minyak But-But. Karena minyak memberi rasa panas bukan di permukaan kulit tapi di dalam. Minyak But-But juga sangat baik untuk mengatasi perut kembung. Oleskan Minyak But-But di seputar perut yang kembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika mandi, jangan langsung ke bagian badan, tapi mulailah dari kaki, kemudian perlahan-lahan naik ke tubuh. Begitu pula saat mandi junub, terutama pada waktu subuh. Sebelum wudhu sebaiknya, perbanyak guyuran ke bagian kaki, baru kemudian berwudhu yang dilanjutkan dengan membasahi kepala tiga kali. Hal ini dilakukan guna menjaga suhu di dalam tubuh agar tetap seimbang. Ketidakseimabangan suhu merupakan salah satu penyebab penyakit. Misalnya, panas dalam dan demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk mengatasi masuk angin dan maag, &lt;strong&gt;cobalah sebelum makan nasi, ambil sedikit garam dapur lalu lalu dilumat.&lt;/strong&gt; Barulah kemudian memakan nasi seperti biasa. Yang tak kalah penting adalah olahraga, dengan olahraga peredaran darah bisa menjadi lancar dan cepat. Sehingga bisa mendorong angin yang berada di dalam tubuh keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herba HPA yng cocok untuk mengatasi masalah maag dan masuk angin ini adalah &lt;strong&gt;Herba Tuju Angin, Radix dan Minyak But-But&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-7772720905494812166?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/7772720905494812166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=7772720905494812166&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7772720905494812166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7772720905494812166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2010/05/masuk-angin-dikerok-aja-deh.html' title='Masuk Angin....? Dikerok aja deh !'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-2695844594220070369</id><published>2010-01-14T21:30:00.001-08:00</published><updated>2010-01-14T21:32:59.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Baby'/><title type='text'>Bayi Sembelit</title><content type='html'>Sembelit memang bisa terjadi pada bayi. Bayi buang air besar yang keras dan banyak, dan keluar sekali dalam beberapa hari. Untuk memastikan bayi sembelit atau tidak, bukan dari lamanya bayi tidak buang air besar,. Frekuensi buang air besar antara bayi satu dengan lainnya tidaklah sama. Perhatikan konsistensi buang air besar bayi Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bayi sembelit, maka buang air besarnya akan beda dengan kebiasaannya, merasakan sakit ketika buang air besar, tinjanya keras serta massa tinja teraba pada perut. Jika tidak segera diatasi, maka sembelit bisa menjadi akut bahkan kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan akut jika gangguan berlangsung selama 1-4 minggu. Sedangkan dikatakan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Semakin kronis semakin lama pengobatannya. Dampak jangka panjang, kuman-kuman di usus besar menjadi menumpuk berlebihan. Selanjutnya akan terjadi infeksi di usus. Jika dibiarkan, bayi pun bisa mengalami sepsis dan terancam nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bayi Anda tampak kesakitan, kemerahan, dan mengedan saat BAB bukan selalu berarti bayi sembelit. Meskipun frekuensi buang air besar berkurang, namun bila konsistensi tinjanya normal dan pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan, maka keadaan tidak dikategorikan bayi sembelit. Bayi belum mampu mengontrol proses buang air besarnya secara optimal. Pencernaan bayi dan pembentukan enzim pencernaan pun belum sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak mudah mengalami sembelit. Hal ini disebabkan kadar laktulosa dalam ASI yang tinggi dapat mencegah terjadinya konstipasi. Pada bayi yang menerima ASI cenderung memiliki feses lembek karena kandungan lemak dan protein yang sesuai fisiologinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan bayi yang menggunakan susu formula, yang diolah terlalu kental. Biasanya susu formula memiliki kandungan lemak tinggi dan protein rendah. Pada umumnya, susu hewani memicu gangguan pencernaan dibandingkan yang berasal dari nabati. Susu nabati mempunyai susunan asam lemak tak jenuh lebih panjang, sehingga mudah dicerna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bayi yang sering mengalami sembelit dan telah mendapat susu formula, dokter kerap menyarankan agar bayi diberikan susu yang mengandung bahan yang dapat memperbaiki fungsi motilitas, seperti laktulosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain bayi sembelit adalah kekurangan cairan. Anda bisa mengatasinya dengan memberikan air putih sebelum bayi minum susu untuk membantu melarutkan dalam proses pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain bayi sembelit juga dapat disebabkan karena makanan. Ketika bayi sudah mendapatkan makanan pendamping, sebaiknya berikan asupan buah-buahan yang diolah menjadi cair dan halus. Hindari pemberian buah pisang dan apel yang memiliki kadar serat tinggi. Apel memiliki daya serap air tinggi dalam saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan kotoran mengeras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kemungkinan lain terkait dengan bayi sembelit adalah kelainan hipotiroid, dengan gejala fisik yang dapat dilihat adalah pusar bodong, kulit kasar dan kering, otot-otot tubuh lemah, loyo serta wajah yang khas seperti hidung pesek, dan wajah membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Anda perhatikan juga, jika mekonium (kotoran berwarna kehitaman) tidak keluar setelah 48 jam kelahiran atau bayi mengalami sembelit pada satu minggu pertama kelahiran, maka harus dipikirkan kemungkinan adanya kelainan anatomi. Yang paling sering ditemukan adalah Morbus Hirschprung, yaitu tidak ditemukannya persarafan pada sebagian segmen usus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak adanya sistem saraf tersebut, maka gerakan usus akan terganggu sehingga tinja akan tertahan di situ. Pengaruhnya, bila keadaan ini berlangsung lama, maka kuman-kuman di usus besar akan menumpuk dan berlebihan. Selanjutnya akan terjadi infeksi enterokolitis (infeksi usus). Bila didiamkan bisa menjadi sepsis (infeksi berat) yang dapat menyebabkan kematian pada bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah mengkonsultasikan pada dokter Anda untuk mencari penyebab terjadinya sembelit pada bayi Anda. Perlu diketahui, jangan asal memberikan obat pencahar. Sebab, pencahar sebenarnya bukanlah obat sembelit, hanya untuk mengatasi sesaat saja. Penyebab bayi sembelit lah yang harus segera dilacak, agar tuntas menanggulanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: AsianBrain.com Content Team&lt;br /&gt;Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA &amp; TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-2695844594220070369?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/2695844594220070369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=2695844594220070369&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2695844594220070369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2695844594220070369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2010/01/bayi-sembelit.html' title='Bayi Sembelit'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-3212458814564357750</id><published>2009-07-26T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T19:27:04.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>BELAJAR DARI ANAK</title><content type='html'>Sabtu subuh, saya merasa perasaan yg tidak enak, smlm memang saya tidak nyenyak tidur, akhirnya saya telpon hp suami, dia sedang menjaga ibunya yg sedang koma di RS. Saat saya telpon, ternyata ibu mertua sdh dipanggil yg Maha Kuasa setelah suami selesai sholat shubuh... Lalu, saya pun siap2 untuk mengikuti prosesi pemakaman mbah putri. Haura saya bangunkan, mandi dan sarapan, lalu berangkat bersama kakak krmh ibu mertua. Haura bertanya kita mau kemana ummi? saya jwb, mbah meninggal nak, mbah mau bertemu Allah. Dia terlihat manggut2 saja, entah mengerti atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya seorang gadis kecil berusia 4 thn, Haura selalu ceria, ingin tahu dan tidak bisa diam (lincah). Saat melihat mbah yg terbujur kaku, Haura malah minta melihat wajah mbah, tanpa rasa takut, dia bergumam, "Hmm... mbah kok wajahnya putih ya?" lalu dia sibuk mengamati wajah mbahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat, pemakaman, br turun dari mobil, dia berkata, "Wah, kita di kuburan. Jadi lupa-lupa ingat nieh..." Haura memang lg suka band Kuburan yg membawakan lagi hits Lupa-lupa Ingat. Sepanjang perjalanan, ada2 aja ocehannya, apa yg dia liat selalu dikomentari, kalo dia penasaran, selalu bertanya pd saya. Saat dia melihat ayahnya berada di lubang kuburan utk memasukkan jenazah mbah, dia panik, "ummi... Ayah nanti naiknya bagaimana, itu kan dalem?" lalu dia berdiri paling depan, melongok ke dalam lubang, memperhatikan dg seksama dan mulutnya pun tak bs berhenti mengoceh atau bertanya, seperti, kenapa tanahnya harus dibulet-buletin dulu? kenapa pake bambu? knp mbah dipenjara? (dia menganggap mbahnya itu dimasukan lubang seperti di penjara, krn ukuran lubang yg sempit dan di sekelilingnya ada tonggak2 bambu. Kenapa harus ditaburin bunga? Dst, dst, apapun selalu menarik bagi gadis kecilku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan momen mbah putrinya meninggal, yg bagi orang dewasa sangat menyedihkan, baginya adalah suatu pengalaman baru. Dia bisa menceritakan kembali kpd temannya bgm dia "mengantar" mbah putrinya dg gayanya yg ceria, khas anak2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri kecil saya ini, selalu terlihat bahagia, ceria, tanpa ada beban. Suatu hari, dia bercerita pd saya, bahwa ia ingin menjadi orang kaya. Wah, dari mana kosakata itu, saya jadi tergelitik utk bertanya lebih jauh. &lt;br /&gt;Haura : Ummi, aku mau jadi orang kaya, ah.&lt;br /&gt;Ummi : Hmm... memangnya orang kaya itu apa?&lt;br /&gt;Haura : itu lho, yg rumahnya tingkat, ada tangganya, punya mobil, ada kolam renangnya, kamarnya ada gambar putri, bagus deh... aku mau, ummi&lt;br /&gt;Ummi : Ooh, gitu... Kalo gitu, Haura rajin berdoa, minta sama Allah ya biar jadi orang kaya. &lt;br /&gt;Haura : Iya.&lt;br /&gt;Hmm, saya jadi berpikir, kapan ya dia mulai mencerna sesuatu yg dia lihat, mulai menginginkan dan mengkhayalkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat, Haura saya ajak menjenguk sepupu yg melahirkan, saat melihat bayi mungil, dia senang sekali. Dia pun berkata, "ummi, cepetan donk, adikku lahir..." hehe... sabar ya nak, nanti bulan desember ummi baru melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya sedang bete dan jenuh dg rutinitas, melihat Haura dg segala polahnya seperti obat mujarab bagi saya. Melihatnya semakin besar, semakin banyak hal2 yg menakjubkan, saya tidak menyesal memilih menjadi ibu rumahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, gadis kecilku... &lt;br /&gt;Teringat kata seorang teman, bahwa orang dewasa pun bisa belajar dari anaknya.&lt;br /&gt;Betapa indahnya dunia dalam alam berpikir anak-anak. &lt;br /&gt;Begitu jujur, polos dan indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari, ummi ya nak...&lt;br /&gt;Bantu ummi belajar menjadi ibu yg baik untukmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-3212458814564357750?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/3212458814564357750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=3212458814564357750&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3212458814564357750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3212458814564357750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/07/belajar-dari-anak.html' title='BELAJAR DARI ANAK'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-2297173122273317708</id><published>2009-07-11T21:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T21:31:00.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>Semangat Dalam Menjalani Hidup!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Slll_SUMdcI/AAAAAAAAAFg/HTGw57fOmV4/s1600-h/Haura+en+friends+HB.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Slll_SUMdcI/AAAAAAAAAFg/HTGw57fOmV4/s200/Haura+en+friends+HB.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357425369656620482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tulisan note di fesbuk... ditulis tgl 21 Juni 2009,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;to remind me...how much i love my little girl...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi yg cerah, Haura blom jg bangun. &lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah di pagi hari, waktunya utk sedikit orat-oret...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu ini bener2 ujian, dg sakit yg mendera. Gangguan khas kehamilan msh sedikit terasa, mual2 dan rasa mudah lelah, lalu kena sembelit, yg berakhir dg hepi end (dg perjuangan setiap hr makan pepaya, omg, biasanya ini buah yg paling kujauhin, tp demi sehat, kunyah telan, glek, beres kok...),alhmd sembelit hilang, lalu dtglah radang tenggorokan (tiap mlm batuk2 berkepanjangan, perut sakit dan yg pasti gak nyenyak tidur..), utk yg ini saya pun harus ke dokter,alhmd sdh membaik, tp krn kondisi msh lemah,datanglah dg manisnya si pilek yg membuat idung mampet selama 3 hr, subhanalloh...bersamaan dg itu saya salah posisi tidur yg berakhir dg kram punggung... Hahaha...sungguh hari-hari perjuangan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Haura si 4 thn ini sangat pengertian. Di usianya, dia bisa berempati terhadap ibunya. Saat ibunya muntah2, dia sangat sigap mengambilkan umminya tissue dan segelas air putih, subhanallah... Lalu saat ibunya pegal2 dan sulit bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri,dia pun sigap membantu saya berdiri (pdhl dg tenaganya,dia tak cukup kuat menarik saya, tp saya menghargai usahanya, dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya). lalu saat saya duduk, dia memijiti punggungku dg tangan2 mungilnya, "bgmn ummi, enak? ujarnya polos, lalu kujawab: "iya sayang, trmksh..." duh haru bgt...SUBHANALLAH... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa anak adalah karunia terindah.&lt;br /&gt;Terimaksih Allah telah KAU titipkan seorang gadis kecil yg manis dalam hidupku...&lt;br /&gt;Ia yg memberiku semangat dalam menjalani hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, saat tiba di sekolah, Haura mendapat piala karena menjadi juara 2 di kelas, yg mjd juara 1 adalah teman sebangku dan gadis kecil yg mjd sahabat haura di sekolah. Masalahnya bukan mendapat piala atau juara yg menyenangkan hati saya, tp karena ternyata Haura bahagia sekolah. Dia menikmatinya. Kemarin waktu libur beberapa hari sebelum bagi rapor, dia bertanya:"ummi, kenapa sih Haura gak sekolah-sekolah?" lalu kujawab krn sdg libur sekolahnya. "Wah, aku bosen.. mau sekolah.." Wah,setelah bagi rapor ini,benar2 libur panjang (satu bulan...), kudu kreatif agar Haura gak bosen nieehhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Haura, i love u, nak...&lt;br /&gt;Maafkan ummi yg blom kreatif...&lt;br /&gt;Maafkan ummi jika masih blom menjadi ibu yg baik utkmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisan teman,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ibu yang baik adalah ibu yang membiarkan dirinya menjadi pribadi yg tumbuh seiring dg tumbuhnya sang anak."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Smg bisa ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-2297173122273317708?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/2297173122273317708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=2297173122273317708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2297173122273317708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2297173122273317708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/07/semangat-dalam-menjalani-hidup.html' title='Semangat Dalam Menjalani Hidup!'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Slll_SUMdcI/AAAAAAAAAFg/HTGw57fOmV4/s72-c/Haura+en+friends+HB.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-6701193100903094780</id><published>2009-07-09T16:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T17:48:35.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Problematika Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stres'/><title type='text'>Ibu Stres, Anak mjd Korban</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlaP0jiATyI/AAAAAAAAAFY/g3QAA_zhmm0/s1600-h/Resize+of+bdua+jd+funny+animals.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlaP0jiATyI/AAAAAAAAAFY/g3QAA_zhmm0/s200/Resize+of+bdua+jd+funny+animals.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356626939857620770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya sedang berkunjung krmh teman. Kumpul-kumpul dg 5 orang ibu beserta anak2nya. Suasana ceria, anak2 bermain bersama, kadang terdengar teriakan atau ada yg menangis, namun anak-anak bahagia bisa berkumpul bersama. Para ibu bisa asyik mengobrol,sambil sesekali meredakan tangis, mendamaikan saat ada yg berebut mainan, dst. Saat pulang, saya sudah berada di luar rumah. Tiba-tiba,saya dikagetkan dg suara bentakan. Kaget karena tidak menyangka tmn saya itu bisa membentak putrinya seperti itu. Hanya krn putrinya tidak mau bicara apa yg dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat pengalaman saya sendiri, saat sedang stres, seringkali kita sbg ibu tidak bisa mengontrol emosi kita, anak yg sedikit rewel, bisa saja membuat aliran darah di otak langsung naik, emosi memuncak dan sang anak pun menjadi korban semburan omelan. Padahal kesalahan anak hanya hal yang sepele, tp jika ibu sedang stres, hal yg kecil pun bisa menjadi besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika stres sang ibu sudah kronik? apa jadinya jika stres sang ibu tak pernah padam? dan apa jadinya jika ibu tidak jua bisa menyalurkan stresnya? Maka hari-hari anak yg seharusnya indah, berubah menjadi menakutkan. Anak menjadi pemurung, pendiam, penakut dan gelisah, karena ia takut menjadi sasaran omelan sang ibu, takut membuat marah sang ibu lagi. Tapi ada lagi anak yg menjadi pelampiasan sang ibu, tumbuh menjadi anak yg agresif, sang pembuat onar.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru bentakan, yg jika dilakukan sang ibu di depan umum, bisa meluluhkan harga diri sang anak, merontohkan kepercayaan dirinya. Bagaimana dg cubitan,jeweran, pukulan, dst? Hukuman-hukuman fisik yg dari level ringan sampai penyiksaan yg mengerikan (child abuse), seperti apa yg pernah saya baca dlm kisah masa kecilnya Dave Pletzer dalam triloginya yg diterbitkan Pustaka Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh my God, astagfirulloh...&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Betapa ibu adalah madrasah pertama sang anak.&lt;br /&gt;Adalah ibu adalah teladan pertama sang anak.&lt;br /&gt;Dalam rahim hangat sang ibu, janin bisa tumbuh dg bahagia.&lt;br /&gt;Namun ketika ia lahir, ia dibesarkan dg cara yg salah...&lt;br /&gt;Apa jadinya jika kita membiarkan anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi pendendam, hanya karena ketika ia kecil, sang ibu adalah monster baginya...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Ampunilah kami,para ibu yang seringkali lalai menjaga amanahmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut press release Komnas Perlindungan Anak,disebutkan bahwa bentuk kekerasan yg dapat menimpa anak yg dilakukan ortu:&lt;br /&gt;1.Kekerasan Fisik, seperti: menampar, menendang, memukul, membenturkan, dst.&lt;br /&gt;2.Kekerasan Psikis, seperti: penggunaan kata-kata kasar, penyalahgunaan kepercayaan, mempermalukan anakdi depan umum,melontarkan ancaman,dst.&lt;br /&gt;3.Kekerasan Ekonomi/penelantaran,seperti: memaksa anak bekerja menghidupi keluarga misalnya dg menjadi pengemis, pengamen, pengasong jalanan, PSK, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlm majalah UMMI yang saya baca ada beberapa &lt;strong&gt;TIPS&lt;/strong&gt; agar ibu bisa belajar mengelola emosi,antara lain:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Menyadari bahwa diri sedang stres&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;   Menurut Psikolog Leli Latifah, saat ibu sadar ia stres, cobalah menahan diri untuk tidak melakukan reaksi spontan terhadap apapun. &lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Mengetahui/mencari sumber stres utk mendapatkan solusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;   Stres, menurut DR. Seto Mulyadi, dpt disiati dg belajar bersyukur dan mengembalikan segala sesuatunya pd kekuasaan yg di atas. Dg bersyukur, kita akan memandang ujian yg akan membuat kita lebih kuat/ tahan banting.  &lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Menciptakan hal-hal yg menyenangkan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;   Seringkali ibu menjadi stres karena merasa tak punya waktu khusus untuk dirinya sendiri. Maka istirahatlah sejenak ketika alarm lelah berdendang. Carilah waktu yg bisa memberi kesempatan bagi ibu untuk refreshing, menyegarkan pikiran dan tenaga. Minta tolonglah pd pasangan/keluarga dekat misal ortu kita untuk menjaga si kecil saat kita ingin istirahat sejenak. Olahraga, menghirup udara pagi yg segar dan murah senyum adalah salah satu cara efektif melepaskan stres. Bisa juga dg melakukan hobi-hobi atau minat,pokoknya lakukan hal-hal yg menyenangkan bagi anda. Setelah kesegaran itu datang,insya Allah stres pun hilang dan kita pun dapat menjalani hari-hari dg ceria kembali, walaupun harus kembali tenggelam dlm rutinitas, namun semangat yg baru akan memberi nuansa yg berbeda dlm hidupkita. Percayalah...,hehe...soalnya tips yg ketiga ini dari pengalaman pribadi saya, wekekek...  &lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Dekatkan hubungan kepada Sang Pencipta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;   Menurut DR. Setiawan Budi, stres adalah sesuatu yg alami dan natural. Ia bisa menjadi positif atau negatif tergantung bgmn seseorang mengelola jiwanya. Bagi seorang mukmin, apapun akan dihadapinya dg positif, makin beriman seseorang, semakin pandai ia mengelola stres.&lt;br /&gt;   Sebenarnya anak dapat menjadi pengobat stres jika cara pandang ortu thdp anaknya positif. Contoh, ketika ortu sedang deadline, anak-anak ribut, jika sang ayah marah2, semakin stres ia, berbeda jika ia memandang anak sbg hiburannya, jika tidak ada anak-anak akan sepi hidupnya, selalulah berpositif thinking. &lt;br /&gt;   Dlm pandangan Islam, ada 4 langkah mengatasi stres, a.l:&lt;br /&gt;(1) &lt;strong&gt;Ridho&lt;/strong&gt;, menerima kenyataan dg ikhlas. (2) &lt;strong&gt;Ikhtiar (usaha&lt;/strong&gt;), optimal utk menjalani dan mengatasi realitas, (3) &lt;strong&gt;Tawakal,&lt;/strong&gt; enyerahkan segalanya kepada Allah, (4)&lt;strong&gt;Rojaa' (berharap&lt;/strong&gt;), berharaplah dan bergantung kepada Allah, bukan kepada makhluknya yg hanya dapat menimbulkan kekecewaan jika ia tidak bs membantu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, jangan biarkan stres berlarut-larut. Sebelum ia menjadi sumber penyakit fisik dan kronik, siapkan diri untuk selalu siap dalam menghadapi persoalan hidup dan menyandarkan haraan dan kepasrahan kepada Allah. Semoga kita bisa ya... demi masa depan anak-anak yg lebih baik, aamiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-6701193100903094780?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/6701193100903094780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=6701193100903094780&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6701193100903094780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6701193100903094780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/07/ibu-stres-anak-mjd-korban.html' title='Ibu Stres, Anak mjd Korban'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlaP0jiATyI/AAAAAAAAAFY/g3QAA_zhmm0/s72-c/Resize+of+bdua+jd+funny+animals.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-702411426213682173</id><published>2009-07-05T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:59:13.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>PINGIN JAGO MASAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFaTuFes-I/AAAAAAAAAEs/BzdnK8sk7DE/s1600-h/Resize+of+haura+naik+kambing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFaTuFes-I/AAAAAAAAAEs/BzdnK8sk7DE/s200/Resize+of+haura+naik+kambing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355160726755259362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waaah...tiap kali nonton Fara Quinn masak iri aku, hehehe... Asyik ya jago masak,bs kreatif dlm mengolah makanan. Niat sih udah membara,bikin kliping dr tabloid Nova,mjlh kartini,koran Sindo, dst... ampe penuh 1 folder, tp ya itu... baru sekedar niat.Udah ada yg dicoba2 praktek,tp ya masih byk blomnya, hahaha... alasan melulu deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin krn umminya gak jago masak, haura juga makannya jd pemilih. Maunya tiap hari udang goreng tepung melulu. Kalo aku masak yg lain,makannya jadi berkurang,gak selahap kl makan pake udang. Yah,jd bingung...&lt;br /&gt;Pernah juga itu udang aku masak dg bumbu saus tiram, eh dia gak doyan, kekeuh maunya udang tepung,gak variatif bgt ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg bs kasih saran???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-702411426213682173?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/702411426213682173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=702411426213682173&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/702411426213682173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/702411426213682173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/07/pingin-jago-masak.html' title='PINGIN JAGO MASAK'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFaTuFes-I/AAAAAAAAAEs/BzdnK8sk7DE/s72-c/Resize+of+haura+naik+kambing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-3958115332377179665</id><published>2009-07-04T16:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T17:46:56.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Problematika Anak'/><title type='text'>Mencintai Bukan Memanjakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sk_3uSnGXsI/AAAAAAAAAEk/C94M_daUaUo/s1600-h/little+elephant.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sk_3uSnGXsI/AAAAAAAAAEk/C94M_daUaUo/s200/little+elephant.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354770856608685762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya membaca note seorang teman ttg masa kecilnya. &lt;br /&gt;Saat ia kecil, saat ia minta dibelikan lego kepada ibunya, sang ibu tidak mengabulkan permintaannya, walaupun uangnya ada. Akhirnya temanku membuat lego sendiri dari kardus bekas, menyusun potongannya dg kreativitasnya sendiri. Setelah sang ibu melihat usaha sang anak,iapun baru membelikan lego yg diinginkan sang anak. Ternyata sang ibu hanya ingin melihat kesungguhan/kegigihan si anak. Ia tidak ingin sekedar mengabulkan permintaan anaknya dg mudah, ia ingin anaknya berusaha dulu. Ia ingin mendidik anaknya bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha, bukan dg sim sa labim, ada! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga kisah yg saya baca di majalah kuncung saat saya anak2, saat itu si anak ingin dibelikan sepeda, tp si ayah meminta si anak utk menabung dg cara menyisihkan sebagian uang jajannya di celengan ayam sampai penuh. Si anak sangat bersemangat menabung,bahkan ia rela tidak jajan, agar uangnya bisa lebih byk ditabung di celengan ayam. Hari demi hari berjalan,libur sekolah pun tiba. Celengan ayam si anak terasa penuh,iapun datang ke ayahnya menagih janji ayah untuk mengantarkannya membeli sepeda,si ayah menyetujuinya. Hari itu celengan ayam dipecahkan,si anak dg bahagia mengumpulkan uang-uang receh tabungannya memasukkannya ke dalam plastik kresek.Lalu ia dan ayah pergi ke toko sepeda di pasar. Si anak pun mendapatkan sepeda yg telah lama ia inginkan,walaupun harga sepeda yg dibayarkan dari kantong sang ayah lebih byk daripada uang celengan si anak. Namun ayah merasa bahagia krn telah mengajarkan anaknya arti kesabaran dan usaha untuk meraih keinginan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita mencintai anak dg memanjakannya, tanpa sadar kita selalu mengabulkan apapun keinginan anak kita dg mudah. Dg uang,tentu apapun bisa kita beli. Tapi saat anak dg mudah mendapatkan apapun yg ia inginkan tanpa perlu bersusah payah,ia akan belajar "memanipulasi" agar keinginannya terkabul, contoh ia akan belajar jika ia merengek atau menangis, pasti si ibu tidak tega dan akan segera mengabulkan permintaannya.Saat dewasa kelak, ia akan tumbuh menjadi pribadi yg egosentris, selalu ingin diperhatikan dan ingin dilayani. Ia tidak terbiasa "berjuang" sehingga saat menghadapi tekanan, ia tidak mudah "survive". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak contoh di sekitar kita, bgmn orang sukses lebih banyak lahir dari kerja kerasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ini pe-er kita para ortu, tantangan agar kita bisa mendidik anak2 kita menjadi pribadi yg tangguh, sang pekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smg kita bisa ya... &lt;br /&gt;Seperti lagu dlm iklan susu anak, yg kebetulan sering sekali disenandungkan putri saya "&lt;em&gt;Aku bisa... aku pasti bisa... Ku takkan berputus asa... Karena ku bisa... aku bisa...aku pasti bisa...!!!" &lt;/em&gt;aamiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-3958115332377179665?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/3958115332377179665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=3958115332377179665&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3958115332377179665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3958115332377179665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/07/mencintai-bukan-memanjakan.html' title='Mencintai Bukan Memanjakan'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sk_3uSnGXsI/AAAAAAAAAEk/C94M_daUaUo/s72-c/little+elephant.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-921559057583266103</id><published>2009-06-18T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:16:43.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Problematika Anak'/><title type='text'>KETIKA ANAK BERTANYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sjn-KB5atJI/AAAAAAAAAEc/VbWH-BXKaZo/s1600-h/buat+profil+2009.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sjn-KB5atJI/AAAAAAAAAEc/VbWH-BXKaZo/s200/buat+profil+2009.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348585480740582546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia 3 thn, Haura sangat senang berkomentar tentang apapun yg menarik baginya. Dia suka bertanya "ini apa,itu apa?" tp saat itu pertanyaannya msh mudah utk dijawab krn msh seputar bertanya tentang objek. Setelah usianya bertambah, sekarng di usianya yg genap 4 thn,mulai muncul pertanyaan2 yg sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sulit" bukan pd pengertiannya tp pd bgmn memberi pemahaman yg pas utknya. kadang sebelum menjawab saya berpikir,apakah jawaban saya ini akan mudah dipahaminya atau tidak,saya berusaha mencari2 kata sederhana yg mudah dipahaminya. Tp itulah letak kesulitannya bagi saya. Dg pengetahuan saya yg terbatas, bingung juga jika dia bertanya hal-hal yg abstrak. Seperti suatu hari, saat kami sedang melihat album foto pernikahan. Saat itu ia melihat foto saya dan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura : Ummi,kok Haura gak ikut foto sih?&lt;br /&gt;Ummi: Iya, nak. Kan Haura blm lahir ke dunia.&lt;br /&gt;Haura : Lalu aku ada dimana dong, mi? oh... aku ada di perut ummi ya?(sambil tersenyum)&lt;br /&gt;Ummi : Bukan, kamu itu msh sama Allah, disana di atas. (sambil menunjuk ke atas)&lt;br /&gt;Haura : (melihat ke atas) Kok di atas? Emang Allah itu apaan sih?&lt;br /&gt;Ummi : (mulai bingung, kayaknya tadi salah milih kata ya?) Hmm.. Allah itu ya Tuhan yang menciptakan kita.&lt;br /&gt;Haura : Kok aku sama Allah sih. Kan Haura mo ikut ummi. Emang Allah kayak gimana sih? wajahnya kyk siapa?&lt;br /&gt;Ummi : (aduh semakin bingung jwbnya) Allah itu tidak kelihatan, seperti udara, ada tapi tidak terlihat.(Dia ngerti gak ya?)&lt;br /&gt;Haura : Iya, wajahnya kayak siapa?&lt;br /&gt;Ummi : Ya, gak kayak siapa2... (aduh..udah dong nak, berhenti nanyanya,takut salah jawab...)&lt;br /&gt;Lalu aku buka lembaran album dan memperlihatkan foto yg lain (utk mengalihkan pembicaraan,hehehe..).Akhirnya, sukses, si Haura lupa bertanya lagi. Maafin ummi ya nak... Belum pandai memberi jawaban sederhana yg masuk akal untuk anak. Hiks, harus belajar lagi nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saat saya membaca sebuah artikel di majalah Ayahbunda, disebutkan bahwa anak-anak usia 4 thn memang sangat ingin tahu mengapa segala sesuatu terjadi. Kata "mengapa" langsung dikaitkan dg sesuatu seperti, "mengapa anjing menggonggong?" Yang ada di pikiran anak saat bertanya "mengapa" adalah "Wah,menarik sekali. Ceritain dong, anjing itu apa?" Ternyata, anak-anak usia ini &lt;em&gt;tidak butuh penjelasan sebab akibat&lt;/em&gt;. Mereka hanya butuh perhatian dan ingin Anda bercerita apa saja tentang sesuatu yg ditanyakannya. Menjwb pertanyaan atau sekedar bercerita tentang topik yg diajukan anak merupakan 'makanan'bagi rasa ingin tahunya. Jawaban2 yg diterimanya akan meningkatkan rasa ingin tahunya dan memberi pemahaman lebih baik ttg arti kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran di majalah tsb, saat anak terus menerus bertanya "mengapa" dan membuat kita lelah dan berharap "mengapa" itu segera berakhir... adalah "bersabar"... Huaaa... bersabar lagi... bersabar lagi... Perjuangannya para ibu nih. Yup! Semangat...!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-921559057583266103?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/921559057583266103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=921559057583266103&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/921559057583266103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/921559057583266103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/06/ketika-anak-bertanya.html' title='KETIKA ANAK BERTANYA'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/Sjn-KB5atJI/AAAAAAAAAEc/VbWH-BXKaZo/s72-c/buat+profil+2009.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1126596476796714942</id><published>2009-06-05T22:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:18:24.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Problematika Anak'/><title type='text'>PINGIN ANAK PINTAR MEMBACA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SjnSnjQnRnI/AAAAAAAAADs/ePl77ZUOwK8/s1600-h/ASIK+MEMBACA.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SjnSnjQnRnI/AAAAAAAAADs/ePl77ZUOwK8/s200/ASIK+MEMBACA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348537609400829554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam obrolan ringan dg para ibu, kebanyakan mrk khawatir anaknya tidak bisa membaca saat TK. Mungkin karena di Indonesia, salah satu syarat tidak tertulis masuk SD adalah anak harus sudah mampu membaca dan menulis. Sehingga wajar jika banyak ibu yang gelisah jika anaknya sudah TK B tapi belum lancar membaca, ada anggapan jika belum bisa membaca berarti si anak bodoh, dst, akhirnya les membaca menjadi marak hanya agar bisa mengejar “ambisi” agar anak bisa cepat membaca. Fenomena ini membuat saya bertanya-tanya di dalam hati. Saya juga punya teman yg tinggal di luar negeri yg anaknya seusia putri saya, disana metode pendidikan usia dini lebih fun karena anak-anak usia balita tidak dipaksa harus bisa membaca dan menulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Sebenarnya pada usia berapa anak sudah mampu membaca?&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt; Tentu jawabannya relatif, tergantung si anaknya. Ada anak yang cepat bisa membaca, ada yg perlu waktu lebih lama utk mampu membaca. Tapi satu yg harus diingat, bahwa bukan berarti anak yang lebih lambat itu bodoh, yg cepat itu pintar. Karena menurut saya, kecerdasan seorang anak tidak hanya dilihat dari seberapa cepat ia bisa membaca. Ada kecerdasan-kecerdasan lain yg juga patut kita apresiasi/hargai. Kata para ahli nih, ada 10 ruang kecerdasan ataw bhs kerennya Multiple Intelligence, yaitu: Kecerdasan Berbahasa, Kecerdasan Matematis, Kecerdasan Sebab-akibat (Logika), Kecerdasan Spasial-visual (kecerdasan yg berhubungan dg bentuk, ruang  dan warna), Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Kinestetik, Kecerdasan Interpersonal (pandai membuka dan memelihara hubungan dg orla), Kecerdasan Intrapersonal (peka thd dirinya, sng mengintrospeksi dan merenung), Kecerdasan Spritual, dan terakhir, Kecerdasan Finansial (kecerdasan dlm mengelola keuangan). Nah, banyak kan jenis kecerdasan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada ilustrasi singkat, kalau kita ditanya: “Di antara para Rudy ini, yg manakah yg paling pintar? (1) Rudi Khoiruddin (2) Rudi Hartono (3) Rudi Hadisuwarno (4) Rudi Habibie.” Pastinya kebanyakan orang akan menjawab serentak: Rudi Habibie, krn dia seorang engineer, pastinya pintar donk. Nah, mau tahu jawabannya?? Yg benar adalah: eng..ing..eng… Semua Rudy tsb pintar2 semua. Lho? Iya lah. Mereka pintar dalam bidang mereka masing2. Siapa yg gak kenal koki nusantara Rudi Khoiruddin, yg keahliannya memasak patut diacungi jempol. Lalu Rudi Hartono, atlet bulu tangkis legendaris yg selalu mengharumkan Indonesia. Berikutnya, Rudi Hadisuwarno, ini dia jagonya tatanan rambut. Jadi?? Bisa disimpulkan sendiri yaa…    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi tentang kemampuan baca dan tulis.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemampuan membaca dan menulis sebenarnya merupakan kemampuan yg kompleks yg dapat dikuasai melalui proses bertahap selama masa perkembangan anak&lt;/em&gt;, sejak usia kurang dari 2 tahun sampai usia sekolah dasar. Jadi, karena ada proses yg bertahap, tidak salah jika kita mulai mempersiapkan anak sejak dini untuk mengenal dan menguasai kemampuan awal membaca, tentu yg sesuai usia anak dan tidak membebani mereka. Seringkali ortu menuntut anak harus cepat bisa, apalagi jika ada anak lain yg sudah bisa. Padahal kemampuan tiap anak berbeda-beda. Jangan sampai anak stres karena tuntutan ortu yg terlalu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pedoman yg harus diingat ortu adalah &lt;strong&gt;dunia anak adalah dunia bermain.&lt;/strong&gt; Apalagi di usia mereka yg masih balita kebutuhan bermain mrk masih tinggi sehingga cara kita mengajarkan anak adalah dg bermain. Tidak mudah bagi seorang balita untuk duduk manis di depan meja dalam waktu yg lama. Mereka cepat bosan. Kita bisa membuat variasi belajar, misalnya dg bermain peran, ibu berpura-pura jadi murid, anak menjadi  guru. Bisa juga saat dalam perjalanan, kita bisa bermain adu cepat, “Ayo siapa dulu-duluan melihat tulisan ‘mal?’ dst” Kita bias menggunakan tulisan yg ada di plang-plang di pinggir jalan, pasti anak semangat mencari dan tanpa disadari dia sedang diajarkan membaca. Kita juga bisa bermain tebak gambar dg membaca huruf-huruf yang tersusun. Bisa juga dg menggunakan media sehari-hari di rumah, seperti saat ibu membaca majalah, ajak anak untuk menyebutkan huruf-huruf judul/headline suatu rubrik. Lalu bertahap, setelah anak semakin lancar mengeja huruf, ajarkan membaca kata yg terdiri atas dua suku kata yg sederhana, seperti TO-PI, dst. Sehingga dg metoda bermain, anak tidak merasa terbebani saat belajar, ia pun akan menikmati proses belajar yg fun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kemampuan manusia mempelajari sesuatu dipengaruhi oleh minatnya. Minat dapat ditimbulkan melalui kebiasaan-kebiasaan yg dijalani sejak usia dini. Termasuk dlm hal membaca. Kebiasaan membaca dalam keluarga memegang peranan cukup penting, karena anak belajar dari contoh yg biasa dilihatnya sehari-hari. Jangan heran jika ortu hobi membaca, maka si anak akan ketularan hobi membaca, dan biasanya anak-anak seperti ini lebih cepat bisa membaca karena terdorong kemauan untuk bisa membaca sendiri. Terlebih lagi jika ortu punya kebiasaan mendongeng atau membacakan cerita pada anaknya. Hal tsb merupakan stimulus yg baik untuk menggugah minat membaca anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang ada kalanya setelah kita telah mengupayakan segala macam cara, tapi anak kita masih terlihat ogah-ogahan membaca. Don’t be panic, mom! Be patient! Jangan stres jika anak belum bisa membaca, terus ajari anak tahap demi tahap, hargai dan pujilah sekecil apapun kemajuan yg dicapai anak. Penghargaan dari ibu adalah motivasi yg sangat berarti bagi sang anak. Maka, tunggulah saatnya tiba ketika buah hati Anda akhirnya lancar membaca. Tentu itu lebih menyenangkan daripada membebaninya ikut les membaca,bukan? Tapi hati-hati, khusus utk anak yg telah berusia 7 tahun tp blm bisa membaca, mungkin perlu ada terapi khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1 Juni 2009, utk putriku, Haura yg sedang belajar membaca, ayo semangat nak!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1126596476796714942?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1126596476796714942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1126596476796714942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1126596476796714942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1126596476796714942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/06/pingin-anak-pintar-membaca.html' title='PINGIN ANAK PINTAR MEMBACA'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SjnSnjQnRnI/AAAAAAAAADs/ePl77ZUOwK8/s72-c/ASIK+MEMBACA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-573749520735617996</id><published>2009-05-06T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:19:21.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orat-oret'/><title type='text'>KASIH SAYANG GURU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SgJJdGtsUkI/AAAAAAAAADc/XEdh4r0fVTs/s1600-h/With+daddy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SgJJdGtsUkI/AAAAAAAAADc/XEdh4r0fVTs/s200/With+daddy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332905673127383618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan anak-anak dg berbagai tingkah polahnya ternyata menyenangkan. Banyak yg bisa dipetik saat melihat kepolosan dan kejujuran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja, saat saya sedang merapikan tas suami, saya menemukan sebuah surat tulisan tangan seorang gadis kecil, usianya 9 tahun. Penasaran, saya baca tulisannya. “&lt;em&gt;Pak Damsir, meskipun bapak sudah tidak ada di sekolah, tapi bapak tetap ada di hati kita semua. Pak, aku akan selalu mengingat bapak&lt;/em&gt;.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat tsb adalah perwakilan surat-surat lainnya yg ternyata sangat banyak didapat suami dari murid-muridnya saat ia memutuskan pindah sekolah. Lucu, polos dan tulus… Saya baru menyadari ternyata suami saya begitu dekat dg murid-muridnya. Saat perpisahan formal yg diadakan di sekolah, murid2 kelas 4 dan 5 menangis sesenggukan saat suami saya memberi sepatah kata, tak sedikit orangtua murid yg hadir pun menitikkan airmata. Padahal suami saya bukan guru kelas ataupun guru bidang studi, dia seorang kepala sekolah, tapi murid-murid ternyata sangat dekat dgnnya. Dulu saat saya masih SD, saya tidak dekat (malah takut) dg kepala sekolah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya perhatikan memang suami saya itu seperti punya “magnet” dg anak-anak. Ada chemistry yg terjalin antara dia dg murid-muridnya. Suamiku itu mudah sekali akrab dan dekat dg anak-anak, bahkan yg baru kenal sekalipun. Saat putri saya sedang ngambek, suami bisa menemukan cara yg membuat gadis kecil kami berhenti menangis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dulu saya tak pernah membayangkan bersuamikan seorang guru. Karena basic pendidikan saya teknik, saya membayangkan profesi suami saya tidak jauh dari basic saya, tapi Allah mempertemukan saya dg suami yg memang sejak awal berniat menjadi seorang guru dan memilih kuliah di IKIP. Bandingkan dg meraka yang mjd guru karena tidak ada pilihan lain (tidak diterima kerja di perusahaan2) sehingga daripada nganggur akhirnya memilih mjd guru. Tentu,”roh” menjadi gurunya beda, karena motivasi/niat yg mendasarinya juga berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saya berasal dari keluarga guru, tapi saya sama sekali tidak berminat menjadi guru. Saya sadari saya bukanlah orang yang sabar. Rasanya menjadi guru lebih kepada pengabdian dan cinta. Menurut saya, menjadi guru haruslah lahir dari cinta yg dalam terhadap anak-anak didiknya. Kebahagiaan para guru adalah melihat anak-anak didiknya berhasil/mjd orang besar dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu membaca Laskar Pelangi dan juga saat menyaksikan film layar lebarnya, airmata saya terus menetes membayangkan perjuangan ibu Muslimah, seorang guru muda di daerah pinggiran, dimana kemiskinan begitu mendera warganya. Kegigihan sang guru dalam keterbatasan dan kegetiran hidup mampu memberi setitik cahaya harapan bagi murid-muridnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun orang hebat di dunia ini yang bisa berhasil tanpa peran serta guru. Kebaikan hati yg telah guru torehkan, akan selalu membekas dalam jiwa setiap anak didiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjadi guru ternyata tidak sekedar mengajarkan ilmu, tapi juga mengajarkan keluhuran budi pekerti. Guru adalah contoh nyata para murid-muridnya. Bahkan untuk beberapa kasus, ada anak yang lebih menurut dg perintah gurunya daripada orangtuanya.  (07/05/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-573749520735617996?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/573749520735617996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=573749520735617996&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/573749520735617996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/573749520735617996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/05/kasih-sayang-guru.html' title='KASIH SAYANG GURU'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SgJJdGtsUkI/AAAAAAAAADc/XEdh4r0fVTs/s72-c/With+daddy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1946008707320933705</id><published>2009-02-10T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:19:57.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>UANG 500 RUPIAH SANG PENYELAMAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI27Jo8MxI/AAAAAAAAADU/WR7W_m_rRIA/s1600-h/11102007476.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI27Jo8MxI/AAAAAAAAADU/WR7W_m_rRIA/s200/11102007476.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301360101196313362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah gak kamu ngalamin kejadian yg paling konyol dalam hidup loe? Pasti ada lah ya… Pernah juga kan ngalamin kejadian paling memalukan dalam hidup loe? Iya juga kan…&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Nah, pada suatu hari… (taela kayak permulaan cerita dongeng, hehehe…), saya kehabisan uang belanja. Waktu malemnya, saya membatin besok tinggal minta ah ama misua, tapi besok paginya saya malah lupa berat. Suami berangkat kerja dan saya baru sadar pas mau ke warung, waktu ngintip dompet, ya ampun uangku tinggal 5 rb doang. Ya udah, saya urungkan niat belanja sayur, dg rencana ambil uang dulu di ATM, pulangnya baru beli makanan matang di warung padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merapikan Haura, ada juga rasa was-was di hati. Ini uang di dompet bener2 cuma pas buat ongkos angkot pp (pulang-pergi), khawatir ada apa-apa saya cari2 uang receh, di dompet cuma ada logam cepek, dua ratusan dan gopek yg kalo ditotal berjumlah 3rb. Saya pikir cukuplah, kan ATMnya deket. Maka dg pedenya saya berangkat bersama gadis kecilku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mi, pulang dari ATM, kita ke Alfa ya..” Seperti biasa putriku itu paling suka jajan makanan di Alfamart/Indomaret dekat rumah, baginya dua toko nirlaba itu sama2 bernama Alfa. “Ok..” Lalu kamipun naik angkot D-04 ke arah terminal Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di ATM Mandiri, ketika masuk, saya lihat ada tulisan kurang lebih isinya minta maaf ATM sdg tidak bisa digunakan. Ya ampun, saya mulai dag dig dug. Haduh, gimana nih, karena bingung dan gak pake mikir, saya naik angkot lagi menuju ATM yg lain di dekat pasar Nusantara. Sampai sana, lagi2 di ATMnya ada tulisan yg sama. Waduh saya bener2 kehilangan akal sehat, shg bukannya pulang dulu ambil buku tabungan, saya malah tetap melanjutkan naik angkot ke BSM Margonda depan terminal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di bank, dg penuh harap saya menuju teller, dan sesuai prosedur, saya tidak bisa mengambil uang tunai karena tidak membawa buku tabungan. ATM baru bisa digunakan kembali jam 3 sore. Ya ampun, saya lirik jam arloji saya masih jam 10 pagi, masak saya harus menunggu selama itu. Malah perut mulai laper pula. Kasihan juga kan putri kecil saya. Saya ingat di rumah masih ada stok makanan instan, yaitu mie, telur dan corned. Akhirnya saya memilih untuk pulang saja, dari terminal Depok tinggal naik sekali angkot menuju rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pas di dalam angkot, saya baru nyadar kalo uang saya yang tersisa cuma 2000 rupiah, haduh kurang 500 buat bayar ongkos pulang. Angkot terus berjalan dan saya bener2 merasa sangat-sangat bodoh. Kenapa saya tadi nekat ke BSM tanpa membawa buku tabungan, dan sekarang saya bakal kena omel sang sopir krn ongkos yg kurang. Apa saya jujur saja ya sama si abang kalo saya bener2 tidak punya uang. Haduh… malunya itu minta ampun. Saya berdoa pada Allah agar diberi pertolongan. Saya mulai mengkhayal dg harap khayalan mjd nyata, ada teman saya yg tiba2 naik angkot ini. Lalu saya telp adik bungsu saya (berhub kampusnya dekat rumah saya), berharap dia bisa menjemput kami di depan gang dan membayar ongkos yg kurang. Ternyata hp dia gak aktif. Di saat bingung itu, saya teringat untuk mengorek2 bagian dalam tas kecil saya, biasanya saya suka menaruh uang recehan kembalian di kantong resleting tas. Di kantong itu saya menemukan permen (yg langsung saya makan saking stresnya), kertas struk belanja, dan akhirnya ada sebuah logam kuning yg saya cari2. Uang 500 rupiah, sang penyelamat…!!! &lt;em&gt;Alhamdulillah,&lt;/em&gt; batin saya menjerit gembira dan bersyukur. Haru menyeruak hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt; uang 500 rupiah ini telah menyelamatkan saya dari kebodohan saya, yang tidak berpikir matang dalam bertindak. &lt;br /&gt;Bener-bener pengalaman konyol dan memalukan yaaa…?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1946008707320933705?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1946008707320933705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1946008707320933705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1946008707320933705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1946008707320933705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/02/uang-500-rupiah-sang-penyelamat.html' title='UANG 500 RUPIAH SANG PENYELAMAT'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI27Jo8MxI/AAAAAAAAADU/WR7W_m_rRIA/s72-c/11102007476.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1852660025071624188</id><published>2009-02-10T18:17:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:20:39.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>GADIS KECILKU, HAURA…</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI18qdmroI/AAAAAAAAADM/TgXA9Lt3ju8/s1600-h/Helm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI18qdmroI/AAAAAAAAADM/TgXA9Lt3ju8/s200/Helm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301359027675377282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bercerita tentang Haura memang tidak ada habis-habisnya. Gadis kecilku sekarang berusia 3,5 tahun, tidak terasa waktu berjalan, rasanya masih lekat dalam ingatan, saat-saat baru melahirkannya. Saat pertama kali melihat dia dalam pelukan, dg pipi tembem, wajah hitam manis dan rambutnya yg lebat. Wajah Haura bagaikan pinang di belah dua dengan ayahnya, namun semakin besar tingkahnya lebih mirip saya ketika masih kecil dulu, lincah, centil, ingin tahu dan sok tahu, hehehe… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura… gadis kecilku ini adalah anugerah terindah yang dititipkan Allah untukku. Rasanya hidupku saat ini berpusat padanya. Menyenangkan sekali bisa melihatnya tumbuh berkembang dari hari ke hari. Mungkin itu salah satu keuntungan menjadi ibu rumahan, yang banyak waktu di rumah, yang menjadi orang pertama yang tahu apa saja yang terjadi dengan anaknya. Saat pertama kali ia mengucapkan kata, saat ia bisa duduk sendiri, saat pertama kali ia melangkahkan kaki-kaki mungilnya, dst. Saya bahagia menjadi orang yang selalu ada di dekatnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Haura… Gadis kecilku ini adalah cahaya kebahagiaanku. Bersamanya membuat hidupku lebih bermakna. Di usia menjelang 4 tahun ini, ia suka bercerita tentang segala hal yang baru ia alami, ia inginkan ataupun yang ia sukai. Segala hal menjadi istimewa dan menarik baginya. Saya suka menahan geli, jika mendengar doa-doanya yg polos, lucu dan ada-ada saja. Begitu indah dan simplenya dunia yg ada dalam pikiran anak2. Membuatku belajar untuk tidak memaksakan kehendak, walau kenyataannya tanpa sadar  kita suka menuntut anak seperti gambaran yg kita inginkan/pikirkan. Maafkan umi ya nak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura… Ada-ada saja tingkah polahnya yang bagi saya seorang ibu muda selalu mengagumkan. Mulai dari tingkahnya yang lucu, curious, sok tahu bahkan sampai yang nyebelin sekalipun, seperti saat dia sedang ngambek, rewel, kolokan dan tidak mau berbagi. Bagaimanapun nakalnya ia hari itu, pandanglah wajahnya saat ia terlelap, duh… begitu sejuk dan menentramkan hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Thank You Allah, Alhamdulillah…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Allah yg telah memberikanku seorang suami yg baik dan seorang putri yg menyenangkan hati. &lt;em&gt; I’m Happy being a mom…&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1852660025071624188?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1852660025071624188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1852660025071624188&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1852660025071624188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1852660025071624188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/02/gadis-kecilku-haura.html' title='GADIS KECILKU, HAURA…'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI18qdmroI/AAAAAAAAADM/TgXA9Lt3ju8/s72-c/Helm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-6975866675370705308</id><published>2009-02-10T18:14:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:21:59.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orat-oret'/><title type='text'>GARA-GARA TELAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI1KLcyzkI/AAAAAAAAADE/noScJNqIQgA/s1600-h/Haura+en+bunda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI1KLcyzkI/AAAAAAAAADE/noScJNqIQgA/s200/Haura+en+bunda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301358160357019202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dg manusia itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Karena karakter manusia itu beraneka ragam, sehingga saat kita merasa nyaman dg satu karakter tertentu tapi bisa jadi tidak nyaman dg karakter yg lain. Tapi itulah indahnya kehidupan ya, manusia dg berbagai keunikannya, membuat perbedaan2 yg ada menambah dinamika hidup. Coba bayangkan jika hidup ini terdiri dari sesuatu yg sama semua, bukankah terasa membosankan dan monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berkenalan, berteman dan berhubungan dg orla, pergesekan antara karakter2 yg berbeda pasti ada. Ada orang yg easy going, mudah memaafkan, ada orang yang pendendam dan sulit memaafkan orla, juga ada orang yg mudah marah tp juga mudah baik kembali, dll. Ada orang yang dominan, yang suka menguasai pembicaraan, sampai2 ia lupa memberi kesempatan temannya berbicara. Ada orang yang suka meremehkan orla karena mengganggap dirinya lebih hebat, entah karena lebih pintar, lebih kaya ataw lebih sukses. Ada orang yang selalu merasa benar, yg kayak gini tidakkan pernah bisa diberi masukan apalagi kritik. Ada orang yg gampang terbawa arus, yg tipe gini paling gampang dipengaruhi karena kemana tren bergerak dia akan mudah terbawa kesana. Ada juga orang yg polos dan lugu, yg dg kepolosannya seringkali membuat kita tertawa, sampai membatin, zaman giniii masih ada ya yg berpikir sepolos itu,hehehe… Tp menyenangkan juga berteman dg orang yg polos, biasanya mereka jujur dan memegang amanah, serta apa adanya. Ada lagi orang yg simple, sederhana dan tidak neko-neko, ini karakter yg saya suka. Saya juga sangat kagum dg orang2 yg punya rasa kepedulian yg tinggi pd orla, merekalah yg selalu saya ingat tiap kali saya merasa terhimpit, merekalah yg membuat saya terpacu utk lebih peka pd orla. Ada orang yg pandai mengatur waktunya dg baik, tipe yang menyenangkan saat bekerja bersamanya. Satu lagi, ada juga tipe orang yg maunya dimengerti terus, tapi tidak peduli /tidak mau mengerti keadaan orla. Yg tipe kayak gini nih, yg paling saya tidak suka di antara semua karakter orang yg menyebalkan. Soalnya yg tipe kayak gitu itu suka bikin cape dan pegal hati. Mrk selalu ingin diperhatikan terus, tanpa mau tahu keadaan kita saat itu gimana, kadang suka gak liat2 situasi saat minta tolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah kehidupan ya, seringkali kita mengalami hal-hal yang gak enak dalam berteman, tapi yang menyenangkan juga banyak. Berteman memang butuh perjuangan dan pengorbanan juga. Kadang kita harus berjuang mengalahkan ego kita demi menjaga persahabatan tetap langgeng. Berjuang untuk berlapang dada dan memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat, beberapa waktu lalu sempat mengalami konflik dg seorang teman. Waktu itu kami berlima (semua ibu-ibu yg memiliki anak) janjian jam 8 pagi di suatu halte untuk mengunjungi teman kami yg sakit. Dua orang ibu datang on time beserta pasukan ciliknya (3 anak kecil plus satu bayi), tak lama saya dan putri saya datang, dan tak berselang lama kemudian teman yg membawa mobil dg 3 anaknya pun datang. Tunggu demi tunggu, satu orang teman kami tak jua muncul, padahal sdh ditelp dan dijawab dg berbagai alasan, intinya kami diminta sabar menunggu,dia sedang bersiap-siap. Waktu ditelpon pertama kali, dia masih masak, pas ditelp lagi, masih menyuapi anaknya, ditelp lagi, masih memandikan anaknya. Pdhl dia sudah telat hampir 1 jam dan 7 anak di dalam mobil mulai gelisah dan rewel, kok mobil gak jalan2, sang bayi pun mulai menangis. Saat terakhir ditelp (sdh 1 jam telat), dia bilang baru akan berangkat dari rumahnya. Padahal perlu waktu lagi, paling cepat 15 menit kami harus menunggunya lagi. Dalam keadaan begitu, akhirnya dg berat hati kami memutuskan untuk meninggalkan teman kami itu. Tp ternyata hal itu membuat teman saya marah, dia tidak terima ditinggal.  Sepertinya dia gak sadar sudah telat 1 jam dan merugikan orla. Saya berharap kejadian itu dapat menyadarkan dia untuk lebih menghargai waktu dan juga belajar menghargai orla. Kami semua ibu-ibu yg sama-sama punya anak kecil, tapi kami sudah prepare menyiapkan anak-anak sejak pagi dan berusaha datang on time. Apapun alasannya, seharusnya kita tak boleh menuntut orla mengerti kita, jika kita sendiri tak pernah mau mengerti kondisi orla. Setelah kejadian itu, walaupun kami sudah meminta maaf, teman saya masih belum mau memaafkan. Ya, itulah harga yang harus dibayar. Gara-gara telat, berantakan semua kan? &lt;em&gt;No comment&lt;/em&gt; lagi ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dg manusia memang unik, membuat saya belajar mengenal berbagai karakter orang, baik yg menyenangkan ataupun tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-6975866675370705308?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/6975866675370705308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=6975866675370705308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6975866675370705308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6975866675370705308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/02/gara-gara-telat.html' title='GARA-GARA TELAT'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SZI1KLcyzkI/AAAAAAAAADE/noScJNqIQgA/s72-c/Haura+en+bunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1951151003059484015</id><published>2009-01-27T02:21:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T01:46:42.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title type='text'>PILIH-PILIH SEKOLAH ANAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SX7hHO4LGiI/AAAAAAAAAC8/Tjxt59gnPx8/s1600-h/Senyum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SX7hHO4LGiI/AAAAAAAAAC8/Tjxt59gnPx8/s200/Senyum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295917726203320866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu, wajar jika kita ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Tapi kadangkala keinginan dan harapan harus juga sebanding dengan kebutuhan dan kemampuan. Jangan sampai hanya karena memenuhi ambisi sang ibu, anak menjadi korban, karena terpaksa/dipaksa melakukan sesuatu yang telah dipilih orangtuanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu Haura berusia 2 tahun lebih, dia sudah ingin sekali sekolah. Tiap kali melewati TK dekat rumah, atau sedang melintas melewati TK yang lain, dia akan berucap, ”Itu sekolahku ya mi…”. Sampai-sampai saya tidak tega dan berjanji padanya “Iya nak, nanti kalo Haura sudah 3 tahun ya baru sekolah.” Maka ketika Haura sudah berusia 3 tahun, mulailah ia sekolah playgroup di dekat rumah. Selain Haura sendiri yang memiliki keinginan untuk sekolah, saya pikir hal ini juga baik untuknya belajar bersosialisasi dg teman2 sebayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi memang tidak ingin membebaninya dg sekolah, saya ingin putri saya bahagia tanpa banyak tuntutan dari kami orangtuanya, saya ingin dia menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Banyak ibu yg ingin menyekolahkan anaknya agar cepat bisa membaca dan menulis di usia dini, padahal tidak semua anak bisa begitu. Setiap anak punya kecerdasan mereka masing2. Bisa jadi kakak beradik pun tidak sama kecerdasannya, kalo sang kakak bisa membaca di usia 3 thn, dan si adik di usia yg sama tidak terlalu ‘ngeh’ dg huruf2 alphabet, bukan berarti sang adik lebih bodoh dari sang kakak. Pdhl di sisi lain si adik lebih peka pd orla, lebih mandiri dlm mengurus dirinya, dst. Kita lebih sering melihat orang dari kecerdasan intelektualnya, daripada hal positif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari pengalaman pribadi, sejak kecil saya selalu dituntut menjadi juara kelas, walaupun hal itu positif sehingga membuat saya terpacu untuk selalu jadi yang terbaik, tapi ada juga suatu fase dimana saya merasa tertekan saat saya gagal memenuhi harapan ortu. Memang suatu yang wajar, jika ortu bangga dg prestasi anak secara akademik, tapi sebenarnya kecerdasan itu tidak melulu didapat dari apa yang tertulis di dalam rapor. Ada kecerdasan2 lain yg juga patut kita apresiasi/hargai. Kata para ahli nih, ada 10 ruang kecerdasan ataw bhs kerennya &lt;strong&gt;Multiple Intelligence&lt;/strong&gt;, yaitu: Kecerdasan Berbahasa, Kecerdasan Matematis, Kecerdasan Sebab-akibat (Logika), Kecerdasan Spasial-visual (kecerdasan yg berhubungan dg bentuk, ruang  dan warna), Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Kinestetik, Kecerdasan Interpersonal (pandai membuka dan memelihara hubungan dg orla), Kecerdasan Intrapersonal (peka thd dirinya, sng mengintrospeksi dan merenung), Kecerdasan Spritual, dan terakhir, Kecerdasan Finansial (kecerdasan dlm mengelola keuangan).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Lho, apa hubungannya ya multiple intelligence itu ama pilih sekolah? Ada juga lah, hehehe... sedikit sok tahu nieh. Menurut saya, kalau sejak dini sudah kelihatan apa kecendrungan sang anak, tentu jadi memudahkan ortu memilihkan sekolah utk anak yg selaras dg kebutuhan dan kemampuannya. Walah, makin ngejelimet aja kata2nya, hahaha…&lt;br /&gt;Orangtua biasanya lebih mengenal anaknya shg kurang lebih tahu apa kelebihan, kesukaan dan kecendrungan anak. Tapi kalau anak kita masih belum terlihat jelas apa kecendrungannya, apalagi di usia 2-3 tahun, coba lihat sesuatu yg menonjol dari anak (bawaan lahir misalnya), ada anak yg mudah hafal lagu walau baru beberapa kali mendengar, ada anak yang cepat bisa jika diajari mengenal bentuk sehingga di usia dini sudah bisa membaca, ada anak yang pandai berbaur, sejak bayi tidak rewel dan ramah pd orla walaupun baru dikenalnya, dst. Ya, susah-susah gampang deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saat saya memasukkan Haura ke playgroup, saya hanya melihat secara fisik ruang kelasnya baik, tercukupi untuk kebutuhan gerak anak, jumlah murid juga cukup (tidak terlalu banyak), alat peraga dan permainannya cukup baik, biaya sekolahnya juga terjangkau serta lokasinya dekat rumah. Tapi setelah sekolah berjalan, dari yang awal-awal sekolah sangat bersemangat, lambat laun (beberapa bulan kemudian), Haura terlihat bosan untuk sekolah.  Maka saya mulai mengamati lagi bgmn Haura di kelas, ada beberapa hari, dlm satu hari penuh saya mengamati dari luar kelas bagaimana interaksi Haura dg temannya, jg interaksi guru thd murid2nya. Ternyata, waktu memilih sekolah, saya kurang jeli &lt;strong&gt;melihat apa-apa saja nantinya aktivitas dalam kelas, apa saja mainan atau alat peraga yg disediakan, dan bgmn kecakapan dan kreativitas gurunya di kelas. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Haura mudah mengikuti pelajaran di sekolah, dia juga mandiri, tapi Haura termasuk anak yg moody dan mudah bosan, apalagi jika pelajaran hari itu kurang menarik baginya. Misalnya ketika apa yg sedang diajarkan gurunya, dia sudah bisa melakukannya. Kalau sudah begitu, Haura menjadi pendiam, tidak aktif/ malas berpartisipasi di kelas dan mencari kesibukan lain seperti bercanda dg teman  ataw sibuk main sendiri dg imajinasinya. Makanya untuk anak balita, kecakapan dan kreativitas guru turut mendukung suasana belajar anak. Guru jeli saat melihat anak2 bosan/ tidak tertarik dg pelajaran saat itu, ia pandai membangun suasana kelas shg anak2 kembali enjoy di kelas dan berpartisipasi. Guru juga komunikatif shg anak merasa dia diperhatikan keinginannya, bukan dipaksa/terpaksa melakukan tugas karena ancaman. Maka pelajaran kedua yg saya dapatkan adalah &lt;strong&gt;carilah sekolah dimana para guru terbuka terhadap ortu&lt;/strong&gt; (ada komunikasi terjalin, ada pertemuan2 rutin di luar jam sekolah) shg gap antara guru dan ortu bisa diminimalisir, ortu dan guru bisa bekerjasama utk kemajuan anak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pendidikan anak memang tidak bisa sepenuhnya kita berikan di sekolah, karena pendidikan anak yang utama adalah dari orangtuanya. Itulah mengapa harus ada keselarasan dalam mendidik baik di rumah dan di sekolah, ada kerjasama dan komunikasi yg baik antara guru dan orangtua. Sbg contoh, ketika anak di sekolah diajarkan tutur kata yg baik, tapi di rumah dia biasa mendengar dan mendapat kata2 yg tidak baik, jangan salahkan guru jika anak kita sering ditegur. Atau ingin anak sholeh, di sekolah anak diajarkan sholat dan mengaji tapi di rumah, ortunya jarang sholat dan tidak pernah mengaji, tentu tanpa diminta anak akan menjadi sama seperti ortunya. Menjadi orangtua yg baik memang butuh perjuangan. Berjuang dan terus belajar untuk memperbaiki diri. Seperti apa anak kita kelak, tergantung contoh nyata ortunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1951151003059484015?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1951151003059484015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1951151003059484015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1951151003059484015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1951151003059484015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/01/pilih-pilih-sekolah-anak.html' title='PILIH-PILIH SEKOLAH ANAK'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SX7hHO4LGiI/AAAAAAAAAC8/Tjxt59gnPx8/s72-c/Senyum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-7234791222993828050</id><published>2009-01-22T18:50:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T01:48:57.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang tak bersekat'/><title type='text'>DEMAM SEPEDA RODA DUA &amp; RUANGAN TANPA SEKAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkxQ5rRSrI/AAAAAAAAAC0/UnWC1eveC1k/s1600-h/26012008646.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkxQ5rRSrI/AAAAAAAAAC0/UnWC1eveC1k/s200/26012008646.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294317003380705970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang selalu senang bergerak, mereka pun tak bisa bermain sepanjang hari dengan satu jenis permainan. Saya suka memperhatikan Haura dan teman bermainnya, jika mereka mulai bosan dg permainan yg ada, maka mereka mulai menciptakan permainan yg baru, sampai mereka bosan lagi dan punya permainan lain yg baru lagi. Saya pikir hal tsb dapat membuat mrk kreatif. Kadangkala ada juga saatnya satu jenis permainan mendominasi selama berjam-jam lamanya, tapi tidak akan pernah bertahan lama sepanjang hari hanya dg main itu-itu saja. Mungkin pendapat saya ini tidak mewakili semua anak, karena objek pengamatan saya ya putri kecil saya itu yg masih di tahap balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti beberapa waktu ini, hampir satu pekan, Haura dan kak Meru lagi senang2nya main sepeda roda dua. Khusus untuk Haura sebenernya roda tiga (ada 1 roda kecil bantuan, karena Haura blm pede ketika roda kecilnya dilepas). Setiap hari, mereka berdua begitu bersemangat menunggu waktu main sepeda tiba (soalnya mereka baru diizinkan main di luar rumah di waktu sore hari). Kadang peserta bertambah satu, temannya Haura, si Idham yg usianya lebih tua 8 bln dari Haura. Idham sudah jago bermain sepeda roda dua. Maka mereka bertiga akan bermain sepeda bolak-balik di jl.juragan Sinda IV sampai habis tenaga dan berpeluh keringat, berjam-jam lamanya tak terasa bagi mereka yg sedang bersemangat, sekan tenaga tak ada habis-habisnya. Dan permainan tsb pun kadang harus berakhir saat salah satu dari mereka dipanggil pulang. Usai bersepeda, kadang saya mencuci roda sepeda Haura, karena Haura juga senang bermain sepeda mininya di dalam rumah. Kebetulan rumah saya antara ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan tidak dibatasi sekat pembatas shg ruangan terasa luas, selain karena peletakan perabot rumah seperti sofa dan meja makan yang berada di pojok ruangan sehingga membuat anak2 leluasa bermain sepeda kecil, magic car dan mobil mini di dalam rumah. Tapi, polusi suaranya itu loh, haduh, kalo mrk sdg main, bising banget, tapi lama2 sih saya terbiasa, hahaha… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada teman yang berkunjung ke rumah, dan bertanya kenapa saya tidak menyekat tiga ruang tsb agar lebih rapi, tidak blong (memang dari sofa di ruang keluarga bisa  terlihat jelas seisi rumah kecuali kamar tidur ortu dan wc). Saya jawab karena saya masih punya anak kecil. Saya ingin anak2 bebas bereksplorasi dg ruangan yg luas. Dan hal tsb juga memudahkan saya yang single fighter di rumah (tanpa mbak prt), sambil beraktivitas tp tetap dapat mengawasi Haura dan teman mainnya. Saya pribadi, kurang merasa nyaman, jika Haura main di luar tanpa pengawasan. Haura masih 3.5 thn, saya masih khawatir kalo2 ada orang jahat, takut diculik atau takut Haura tertabrak motor/mobil, karena rumah kami bukan di komplek tapi di lingkungan rumah penduduk yang jalannya bebas dipakai siapa pun, apalagi motor-motor yang lewat depan rumah kami itu suka sekali ngebut, mungkin karena daerah gang kami cukup sepi dan beraspal. Maklumlah ibu-ibu suka parno alias paranoid,hehehe…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ruangan yg blong bagi saya saat ini sangat berguna, karena saya bisa membaca atau utak-atik komputer ataupun menonton TV di ruang keluarga, bahkan sambil memasak dan mencuci piring di dapur dapat saya lakukan sambil tetap mengawasi anak2. Memang ada beberapa pekerjaan rumah yg tidak bisa dikerjakan selama anak2 sedang bermain, seperti menyetrika baju dan mengepel lantai. Itu saya kerjakan di saat Haura tidur. Untuk TV, saya cukup selektif, jika anak2 sdg asyik bermain di dalam rumah, saya hanya menonton acara yg aman utk anak2, seperti acara good morning, apa kabar Indonesia, wisata kuliner, harmoni sehat, siraman ruhani, news, dll, tdk boleh ada adegan kekerasan baik fisik maupun verbal, tidak boleh nonton sinetron apalagi gosip, karena walaupun anak tidak ikut menonton tapi dia bisa mendengar dan mencontoh ibunya. Sebisa mungkin memberi pembiasaan pada anak mana yg  boleh ditonton, mana yg tidak. Alhmd, putri saya pun mengerti aturan yg saya terapkan. Bahkan jika sedang menginap di rumah nenek, dia akan spontan berkomentar jika melihat tayangan yg tidak baik, seperti saat neneknya nonton sinetron “Nek, itu gak bagus..” Hahaha… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Back to topic&lt;/em&gt; ruang tak bersekat, saya pikir tiap orang bisa berbeda-beda dalam mengatur rumahnya, tergantung selera, kenyamanan dan kebutuhan. Mungkin jika Haura dan adik2nya sudah besar, rumah kami bisa dibuat lebih tertata (bersekat, jelas organisasi ruangnya), karena setelah menanjak remaja, anak-anak biasanya lebih butuh space pribadi seperti kamarnya sendiri untuk diuprek-uprek sesuka mereka. Ya, flexible aja lha yaaa…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-7234791222993828050?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/7234791222993828050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=7234791222993828050&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7234791222993828050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7234791222993828050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/01/demam-sepeda-roda-dua-ruangan-tanpa.html' title='DEMAM SEPEDA RODA DUA &amp; RUANGAN TANPA SEKAT'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkxQ5rRSrI/AAAAAAAAAC0/UnWC1eveC1k/s72-c/26012008646.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-7437474849686958181</id><published>2009-01-22T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:25:44.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>HAURA, PALESTINA DAN ORANG-ORANG KERDIL</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkwXRCjYII/AAAAAAAAACs/R5nhBgPWgVs/s1600-h/02122007573.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkwXRCjYII/AAAAAAAAACs/R5nhBgPWgVs/s200/02122007573.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294316013219963010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haura, gadis kecilku yg 4 bulan lagi genap berusia 4 tahun, sudah 2 pekan ini sedang bersemangat dg berbagai hal tentang Palestina. Jika saya sedang menonton TV-One dan ada iklan tentang Palestina, dia akan berlari mendekat dan berkata ”Palestina, kasian ya, mi…” Tentu saja dia berucap begitu karena pernah bertanya tentang Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari menjelang tahun baru, umi dan ayah menonton acara berita di TV-One, ternyata liputan ttg pemboman Israel thdp Palestina. Kita pun jadi terlibat pembicaraan yg ternyata didengerin Haura, yg lagi &lt;em&gt;curious&lt;/em&gt; itu. “Kenapa sih Mi, itu?” saat itu sedang ditayangkan rumah sakit di Gaza yg rusak, di ruang ICU itu terbaring seorang anak kecil, kaca-kaca jendela di atas tempat tidurnya pecah, kaca berserakan di lantai. “Kasihan ya nak, kakak itu sakit. Jendela kamarnya pecah kena bom,” kataku. “Iya, kasian ya mi…” usai berkomentar ia pun kembali ke kamarnya sibuk bermain bersama boneka-bonekanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, dia bertanya, “Mi, Palestina itu apa?” maka saya berusaha menjawab dg sesuatu yg semoga bisa dimengerti dia, “Hmm… Palestina itu Negara. Benderanya ini (saya tunjukan bendera Palestina kebetulan sedang tayang di TV), kalo kita itu orang Indonesia, benderanya merahputih.” jawab saya yg dibalas anggukan Haura, ”Ooh…” Lalu seperti biasa Haura pun kembali sibuk dg mainannya. Memang semakin tambah usia, anak balita makin banyak bertanya, makin kritis dan ingin tahu dg keadaan sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada suatu hari Haura ikut aksi damai solidaritas mendukung Palestina, dia begitu bersemangat. Bangun tidur langsung minta mandi, “ayo mi, kita ke Palestina.” Haduh, lucu dan polosnya, padahal di hari biasa dia paling malas disuruh mandi, hehehe… Usai acara, Haura minta dibelikan lagu (&lt;em&gt;nasyid Shoutul Harakah yg menceritakan perjuangan bangsa Palestina&lt;/em&gt;) yang tadi dia dengar saat aksi, Haura memang senang bernyanyi. Jadi ayah mencarikan, dan setelah dapat, Haura senang sekali, setiap sore usai bermain sepeda, dia mendengarkan nasyid tsb dg keceriaan khas anak-anak, bernyanyi  sambil melompat-lompat. Bahkan saat neneknya (ibuku) menelpon  (&lt;em&gt;Haura itu suka banget ngobrol lewat telpon dg neneknya dan mbak Fira, sepupunya yg TK&lt;/em&gt;), eh bukannya ngobrol, malah sepanjang telpon, dia nyanyi lagu ”Harapan itu Masih Ada”, sampai-sampai ibuku tertawa geli dan berkomentar “Haduh, cucu nenek, kecil-kecil jadi mujahidah ya…” Hahaha…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain semangat bernasyid, Haura juga suka bermain peran bersama kakak sepupunya, main perang2an melawan Israel. Maka merekapun bergaya bak jagoan, kepala diikat tulisan ”Save Palestine”, si kakak yg berusia 7 thn membawa senapan mainan, sedang Haura membawa bonekanya, kadang juga   Haura membawa kotak peralatan dokternya. Kalo jadi dokter, Haura mengobati kak Meru jika tertembak Israel. Kalo sama2 jadi pejuang sibuk berdarderdor. Dasar anak2, ada-ada saja gaya mereka, imajinasi mereka bisa bermain sesuka hati. Saya suka tertawa geli melihat tingkahpolah mereka.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Memang &lt;strong&gt;tragedi kemanusiaan&lt;/strong&gt; di Gaza Palestina membuat siapa saja yang lembut hatinya utk merasa trenyuh, sedih dan berempati. Apalagi ketika melihat bayi, anak-anak kecil serta wanita-wanita yang menjadi korban terbanyak. Dunia pun terhenyak, seakan baru tersadarkan dari sesuatu yang sebenarnya sudah lama berjalan sejak puluhan tahun yg lalu, sejak Israel merasa berhak atas Negara Palestina, sejak Zionis mengusir paksa para penduduk Palestina dg moncong senjata dan bombardir bulldozer, dan setelah sedikit demi sedikit tanah Palestina berhasil mereka rampas, Israel mendirikan pemukiman2 utk warganya, maka wajar jika Hamas ingin memperjuangkan hak mereka mempertahankan Palestina sbg Negara yg merdeka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh ironis melihat wajah dunia saat ini. Saat power masih dipegang oleh Amerika yg merupakan sekutu Israel. Walaupun dukungan terus mengalir utk rakyat Palestina dari berbagai penjuru dunia, bahkan oleh negara2 Eropa yg mayoritas beragama nasrani. Tapi di sisi lain, negara2 Arab dan negara2 bermayoritas penduduknya islam masih terlihat setengah hati dlm mendukung kemerdekaan Palestina,belum juga menemukan kata sepakat untuk secara ril menolong saudaranya. Bahkan di Palestina sendiri, daerah tepi barat yg mayoritas pendukung Fattah, seperti ”tidak peduli” dengan penderitaan saudara2 mereka di Gaza. Sebuah ironi bahwa kepentingan politik lebih mendominasi kepedulian terhadap sesama. Tapi inilah wajah dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia pun beragam tanggapan atas tragedi Palestina ini. Dari yang mulai bersimpati, yang tidak peduli, bahkan sampai ada yg menghujat. Yg bersimpati, mengadakan penggalangan dana, rela menyisihkan hartanya, berdoa bersama, dan yang paramedis tergerak menjadi relawan kemanusiaan. Sedang yang tidak peduli, menganggap beban hidup disini saja sudah berat, kenapa harus memikirkan Negara lain, dst. Sedang yang mencibir orang2 yang ingin membantu rakyat Palestina sebisanya, mengganggap itu hanya karena kepentingan politik, agar menang pemilu, karena riya (pamer), dst. Bagi saya pribadi, orang2 yang mencibir itu sebenarnya hanyalah orang2 yang kerdil, orang2 yang tidak bisa dan tidak mau berbuat tapi hanya bisa mencari2 kesalahan orla. Kalo kita bersikap tidak peduli, itu hak anda pribadi, begitu pula yg ingin peduli adalah haknya pribadi juga. Kita seharusnya belajar saling menghormati perbedaan. Kenapa harus menghujat orang yang ingin berbuat baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawabannya saya rasa  &lt;strong&gt;tergantung pada dimana hati kita berpijak&lt;/strong&gt;. Seperti yang dijelaskan pak Mario Teguh di acara the Golden way sesi “Heal the World”, bahwa hati manusia itu terdiri dari dua titik, titik hitam dan titik putih. Titik putih yang mengajak kepada kebaikan, hal2 optimis, berpikiran positif, dst. Yang titik hitam mengajak kepada keburukan, pesimistis, mudah berprasangka buruk, dst. Titik tsb bisa diibaratkan sebagai dua ekor anjing peliharaan, si hitam dan si putih. Yang manakah yang lebih sering diberi makan oleh kita, itulah yang mendominasi hati kita. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ayo, kita lebih sering kasih beri makan si putih atau si hitam?&lt;/em&gt; Hohoho…&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-7437474849686958181?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/7437474849686958181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=7437474849686958181&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7437474849686958181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/7437474849686958181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/01/haura-palestina-dan-orang-orang-kerdil.html' title='HAURA, PALESTINA DAN ORANG-ORANG KERDIL'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SXkwXRCjYII/AAAAAAAAACs/R5nhBgPWgVs/s72-c/02122007573.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-978088055089847205</id><published>2009-01-07T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:13:19.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>PILIHAN MJD FREELANCER</title><content type='html'>Alhmd, November 2008, dapet kerjaan freelance, revisi en nambah gbr2 kartun utk buku AMPUH mjd cerdas tanpa batas, terbitan Elex media komputindo (kelompok penerbit gramedia), dulu pertama kali terbit bulan Juli 2002. Skrg masuk cetakan ke-6, en si bpk penulis pingin ada penambahan ataw perubahan pada gambar2 kartun di buku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sih, gak masalah. Malah seneng, kayak dapet tantangan baru. Tapi... setelah dijalanin mulai ada mslh2 kecil. yang mencuat adalah masalah perbedaan kondisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisiku saat ini kan seorang ibu rumahan, praktis urusan rumah yg nomor satu, en ternyata jadi ibu RT itu menyenangkan bgt, terutama bisa melihat en ngedampingin my little girl di tahap golden agesnya ini bener2 karunia buatku. Hampir-hampir, saya lupa dg aktivitas di masa lalu, seperti gambar kartun itu, makanya mulai gambar lagi jadi tantangan buatku. Waktu dulu sering dapet job gambar, kondisinya saya masih single, masih kuliah, jadi gak perlu repot urusan masak, cuci, setrika, dst. Fokus utk kuliah en kelarin tugas gbr. Mo makan udah tersedia, masalah baju, ada mbak sam yg cuci en setrikain. Nah, pas skrg ini, saya sendiri yang masak, cuci ampe setrika, blom ngurusin Haura, kalo gak disuapin, gadis kecilku itu suka makan lauknya doang, nasi en sayur pasti masih utuh. Atau itu anak keasikan main, ampe lupa makan. ya begitulah... repot tapi menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya udah bertekad harus bisa menyelesailkan tugas gambar ini. Inilah pilihan dan saya harus bisa menanggung segala resikonya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama mulai gambar, dung..dung.. semangat 45, menyiapkan meja gambar dg rapi berikut kertas putih dan peralatan gambar. Lalu mulai membaca secara cepat buku AMPUH utk membantu mengingat memori yg lama tersimpan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... ternyata gak semudah itu... &lt;br /&gt;Blom apa-apa kok rasanya buntu, baru mulai pegang pensil mo bikin sketsa,eh otak buntu,gak dapet gambaran apa yg mo mulai digambar, gak ada mood buat gbr. Maka pekerjaan tsb pun tertunda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas lagi dateng mood-nya, si cantik haura mulai&lt;br /&gt;ribut ikut-ikutan minta gambar. Kadang Haura udah anteng, eh ada lagi gangguan dari keponakan sebelah rumah. Lengkaplah sudah gangguan di pagi hari, siang hari serta sore hari yg cerah. Walhasil tidak ada satupun gambar yg bisa tertoreh di lembar kertas putihku ini. Malam hari, saat para anggota keluarga terlelap, aku pun dg manis ikut tertidur pulas, zzzz... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hari berganti hari, dan tenggat waktu sudah dekat, deadline sudah di depan mata, ya ampun, kalo kyk gini, kerjaan gak kan petrnah kelar. Suami pun sampe bosan mengingatkan, "Hayo Luy, gambar...". Tapi gak ada yg salah dg gangguan anak2, anak-anak ya tetap anak-anak, wajar mereka ingin diperhatikan, ingin diajak main, wong sehari-hari juga sama ibunya ini. Inilah pilihan, bekerja di rumah. Berarti harus mampu mengendalikan diri, mengontrol waktu. Ternyata beklerja di kantor itu lebih mudah, fokus dg pekerjaan tanpa ada gangguan berarti seperti mereka yg bekerja di rumah tanpa khadimat pula. Akhirnya daripada berkeluhkesah tanpa ada hasil nyata, saya mulai berhitung. Saya mulai menata lagi manajemen waktu saya. Dan karena waktu yg tersisa sudah terlalu mepet (tinggal 5 hari lagi), jadi saya harus bisa mengejar ketertinggalan. Bekerja di malam hari adalah jawabannya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sblm Haura bangun pagi, usai sholat subuh dan tilawah, kuselesaikan semua pekerjaan rumahtangga, Haura bangun, saya mandikan, menyuapi dan bermain bersama dia seperti biasa. Saat Haura tidur siang saya menyetrika baju. Lalu sore, Haura bangun, mandi, dan suami pulang kerja, Haura sama ayahnya, aku selesaikan pekerjaan rumah hari ini yang belum kelar, malamnya sambil menemani Haura bobo, dg sebelumnya bacain dia buku cerita, aku langsung cabut tidur, tidak ada acara nonton menemani suami, lalu pasang beker bangun jam 1 mlm, lgs dipake buat kelarin tugas gbr, terus begitu... Sehingga dlm waktu 5 hari, kelar sudah tugas ganbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu deadline pun tiba, kepala rasanya udah gak karuan, ngantuuuk... badan mulai terasa gak karuan, kayak orang mauk angin, gak nafsu makan, yg terbayang di otak cuma kasur. Malah haura terlihat ceria banget pagi itu. Alhmd, ada sms dari kak Baban, dia minta janji ketemu diundur jadi besok, alhmd... akhirnya hr itu gw en haura langsung berangkat krmh ortu, nginep! Alhmd suamiku orangnya baiiikk bgt, dia gak masalah kalo aku mo nginep krmh ortu kpn pun aku mau. Sampe disana, titip Haura en gw pun balas dendam... tidur booo... Abis udah berhari2 tidur cuma 3-4 jam tiap hari, kebayang kan ngantuknya, hehehe...   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhmd...udah kelar gambarnya.. dg perjuangan tahan kantuk tiap malam, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang pilihan ya, sepatutnya setelah kita memilih kita gak boleh berkeluhkesah, tapi namanya jg manusia yg dhoif (lemah) jd ada cobaan dikit aja udah bikin festival airmata, udah nganggap hidup kita ini paling sengsara di dunia (biasa mendramatir keadaan deh). hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tadi kan saya ngomong masalah susahnya jadi ibu freelancer. Tapi enaknya juga ada donk, kadang (tergantung jenis pekerjaannya), fee satu-dua minggu hampir sama dg gaji satu bulan kerja kantoran. Enak kan? nah, para ibu, ayo gunain kesempatan yg ada, jd freelancer itu enak lho... Apalagi kl ordernya lancar, hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-978088055089847205?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/978088055089847205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=978088055089847205&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/978088055089847205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/978088055089847205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2009/01/pilihan-mjd-freelancer-alhmd-november.html' title='PILIHAN MJD FREELANCER'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-3143892306038446637</id><published>2008-12-04T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:14:04.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>Lagi-lagi Haura</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SVYL96fIuxI/AAAAAAAAACk/0TEZaOu4wzU/s1600-h/IMG_4255.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SVYL96fIuxI/AAAAAAAAACk/0TEZaOu4wzU/s320/IMG_4255.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284424371065633554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haura ini lagi males bangun pagi. Kyknya semangat berangkat sekolah pagi2 lagi kendooor. Mo tau alasannya? &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Satu,&lt;/em&gt; karena kostum. Haura itu anaknya rada pemilih, mo baju, mo mainan, mo makanan, apa aja harus dia yg pilih. Nah, kebetulan di antara 3 kostumnya (baca: seragam sekolah), ada 2 yg tidak dia suka. Kostum hari Senin: baju putih2 pake rompi, en kostum Jumat: baju muslim. Makanya kalo Senin/ jumat pagi dibangunin utk sekolah, dia pasti lgs ksh byk alasan biar gak pake tu' kostum. Dasar anak2 ya... Lucu, makin gede, makin byk punya alasan, tp bhub emaknya lahir duluan ke dunia fana ini juga punya beribu jwbn utk tiap alasannya, ya udah terpaksa si Haura pake tu' baju,hehehe... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oya wkt weekend kemarin, kita refreshing ke Sukabumi, rencana mo ngenalin kehidupan alam desa ke anak2. Ternyata, Haura blom bisa, dia jijik bgt ama lumpur. Baru kecemplung dikit, udah histeris minta naik. Boro2 mo nanam padi en kejar (tangkep) bebek, ya udah si emak berpura2 berani, nyemplung lah ia ke lumpur. Proot... aduh geli bgt, lembek dan dalem? haduh pantes aja tadi Haura panik, berasa tanah yg kita pijak menyedot kita (taela..). Udah kepalang nyemplung, ya udah kejar2an lah tangkep bebek. Akhirnya dapet jg dg bantuan mas2 penjaga, hihihi... Kesian bgt nasib si bebek, bis dikejar2, lalu berikutnya dia dimasak buat makan siang, hiks! kejam... tapi kok enak jg makan bebek goreng.. hmmm nyamiiiiee... kebetulan perut kosong, jd ludes lah tak bersisa... Siang sblm pulang, Haura naik delman keliling kampung en coba naik flying fox. Aduh, emaknya yg copot jantungnya, takut si kecil jatuh. Haura sih awalnya berani, waktu disuruh manjat sendiripun semangat, tapi pas udah di atas, mulai dia takut, ya udah ditemenin ayah deh Haura meluncur ke bwh, suiiing meluncur deh dia, baru kakinya napak di tanah udah meledak tangisnya, hahaha... Tp dia seneng jg, namanya jg pengelaman pertama, msh nervous. Eh kebetulan si emak seumur2 jg blom pernah coba. Kata misua, hayo jgn kalah ama anak. Ya udah kucoba, masya Allah, seumur2 kagak pernah manjat pohon kelapa, pas manjat kok lama bgt nyampenya, baru setengah manjat udah pengen turun lagi, liat ke bwh, idih serem juga, ya udah paksain naik ke atas. Suiiing meluncur deh... Eh, ternyata enak juga, pantes yg udah naek pada ketagihan mo ngulang lagi.. Dasar manusia... Gak pernah puas, hehehe.. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wah, gak terasa ketak-ketik, eh udah dikit lagi Haura pulang sekolah, kudu jemput nih, kalo gak bisa2 dia manyun kayak kemaren wkt aku telat jemput. " Umii, kemana aja sieeh?" padahal bis ketemu aku dia lari main lagi, ya ampunnn, dasar bocah ya... kirain pengen cepet2 pulang ataw kangen uminya gitu, hihihi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-3143892306038446637?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/3143892306038446637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=3143892306038446637&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3143892306038446637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3143892306038446637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/12/lagi-lagi-haura.html' title='Lagi-lagi Haura'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SVYL96fIuxI/AAAAAAAAACk/0TEZaOu4wzU/s72-c/IMG_4255.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-2258625809614526381</id><published>2008-08-12T23:32:00.001-07:00</published><updated>2009-07-04T02:15:24.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>SAAT HAURA INGIN PUNYA KAKAK DAN ADIK</title><content type='html'>Suatu hari yang cerah, putri saya yg berusia 3 tahun 2 bln, sedang asyik bermain dengan boneka Minienya sambil bernyanyi "satu-satu aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga sayang adik-kakak...", lalu ia pun berhenti bernyanyi, ia berkata: ": Umi... umi, Haura kok gak punya kakak dan adik sieh? haura kan mau punya kakak sama adik." Rasanya geli sekaligus menohok hati saya. Memiliki momongan lagi juga merupakan keinginan saya. Saya jelaskan padanya bahwa Haura itu anak pertama, insya allah suatu saat akan punya adik. Kalau kakak, kan haura ada kak Meru (kakak sepupu yg kebetulan sehari-hari mjd teman bermain dan tinggal di sebelah rumah kami). Tapi haura menjawab : "Gak mau! Aku maunya punya kakak sendiri, kakaknya haura!" Wah, putriku... kupeluk ia dan menghiburnya. "Sabar ya nak..". Aku teringat sudah beberapa waktu ini Haura selalu ribut minta adik. waktu di sekolah ada ibu yang menggendong bayi, ia menunjuk sambil berkata: "Umi. aku mau adik kepala botak". Waktu berkunjung ke panti asuhan balita di Cipayung, saat kami di ruang tidur bayi usia 1-1,5 tahun, Haura senang sekali, ia pikir ia datang kesitu untuk memilih adik untuk dibawa pulang. "Umi aku mau adik yang itu" Haduh.. anakku.. maafkan umi masih juga belum diberi kepercayaan lagi untuk memberimu adik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari di usia 3 tahun, Haura tentu merasa sepi tinggal di rumah hanya bersama orangtuanya, belum ada adik yang menambah semarak rumah kami. Aura kekakakan dia memang sudah tumbuh, dia senang bermain dg bayi, mengajak mereka bercanda, seperti bermain cilukba, mencium, dst. Di rumahpun, dia suka bermain boneka dan memperlakukan mereka bak adik kecilnya, Haura suka memandikan mereka, memakaikan baju, membuatkan susu dan menyuapi mereka, persis seperti gaya saya sehari-hari bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa inginnya saya hamil lagi, tapi yang Maha Berkehendak masih belum mempercayakan saya lagi mengemban amanah-Nya. Waktu terus berjalan, saya juga tidak ber-KB, saya dan suami juga alhamdulillah sehat, tapi memang belum rizkinya. Yang dapat dilakukan adalah tetap bersabar, berusaha dan optimis. Insya Allah dg izin-Nya suatu saat nanti saya akan hamil juga. Doakan ya. Untuk ini saya tidak segan-segan meminta siapa saja mendoakan saya agar hamil lagi. saya yakin dg kesabaran, pasti akan berbuah juga. (Sabtu, 9 Agustus 2008, miladnya Meru ke-7 tahun)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-2258625809614526381?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/2258625809614526381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=2258625809614526381&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2258625809614526381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/2258625809614526381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/08/saat-haura-ingin-punya-kakak-dan-adik.html' title='SAAT HAURA INGIN PUNYA KAKAK DAN ADIK'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-884935022773389942</id><published>2008-08-12T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:12:32.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orat-oret'/><title type='text'>PUISI DOUGLAS MALLOCK &amp; SEMANGAT DLM MENJALANI HIDUP</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jika kamu tidak bisa menjadi cemara di puncak bukit, jadilah belukar di lembah. Tapi, jadilah belukar kecil terbaik di tepi sungai. Jadilah sema, jika kamu tidak bisa menjadi pohon. Jika kamu tidak bisa menjadi semak, jadilah sejumput rumput dan membuat jalan lebih ceria. Jika kita tidak bisa menjadi ikan muskie, jadilah ikan bass paling lincah di danau. Kita semua tidak mungkin jadi kapten, kita harus jadi awak. Selalu ada sesuatu untuk kita disini. Ada hal besar dan kurang besar untuk dikerjakan. Dan tugas yang harus kita kerjakan adalah yg terdekat. Jika akmu tidak bisa menjadi matahari, jadilah bintang. Bukan ukuran yang membuatmu menang atau kalah. Apapun dirimu jadilah yg terbaik.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... Bukankah dg menghargai dan mensyukuri peran kita apapun itu, menjadi ibu rumahan, wanita bekerja, wanita single yang aktif, dst, tiap diri kita apa pun itu memiliki arti jika kita mampu memaknai dan menghayati peran kita, mampu mengoptimalkan diri, menjadi yang yg terbaik. &lt;br /&gt;Seringkali kita sebagai ibu rumahan, yang kesehariaannya mengurus keluarga, jika kita tidak mensyukuri peran, kita akan mudah merasa "minder" atau down karena merasa tidak bisa berbuat banyak di luar, tidak bisa menghasilkan uang sendiri, dst. Padahal jika kita tahu bahwa mendidik anak-anak adalah tugas mulia, tentu kita akan berupaya sebaik-baiknya menjadi ibu yang terbaik. Ibu rumahan yg profesional, mampu memanajemen rumahtangganya, mengurus keluarga dan bisa memanfaatkan potensi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang (termasuk kita), yang masih setengah hati dalam melakukan pekerjaannya. Masih belum benar-benar menikmati peran yang dijalaninya. Yang bekerja, masih suka bermalas-malasan, sula terlambat dan menumpuk-numpuk pekerjaan, bekerja sekedar untuk mencari maisyah/penghasilan, sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Malas karena menganggap pekerjaannya kurang berarti dan tidak bergengsi. Yang ibu rumahan, malas menggali potensi dirinya sehingga malas berkarya, membiarkan dirinya stagnan dan tidak berkembang. Padahal kalau mau jujur,tidak ada pekerjaan yang benar-benar lebih tinggi dari yang lain, tidak ada pekerjaan yang lebih rendah dari yang lain. Semua pekerjaan begitu istimewa, karena semua jenis pekerjaan, apapun itu, selalu saja memberi kontribusi bagi keberlangsungan hidup ini. Kalau semua orang ingin menjadi eksekutif, tentu tidak akan ada nasi di rumah, karena tiada yang mau menjadi petani. Jadi teringat lagu jadul.."Tak kan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih payah nelayan..." Jika semua wanita menjadi pekerja kantoran, tidak akan ada wanita yg mau tinggal di rumah mengurus keluarga. Jadi, cintailah hidup Anda dan jadilah yang terbaik yang dapat kita lakukan. Semua orang memiliki peran mereka masing-masing dan keberagaman itu lah yg membuat hidup ini indah dan penuh warna. Hargailah orang lain jika Anda ingin dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi yang terbaik dalam setiap apa pun peran kita akan membuat kita selalu bersemangat dalam menjalani hidup. Sebuah pepatah jerman yg artinya "Jika ada kemauan, pasti akan ada jalan keluar. Jika tidak ada kemauan, akan mencari-cari alasan." Betul banget kan? Seseorang yng memiliki tekad yang kuat, betapapun sulitnya jalan yg dilalui, ia akan terus berusaha. Sebaliknya, ketika kita tidak memiliki kemauan yg kuat dan kurang bersungguh-sungguh, kita pun akan sibuk mencari-cari alasan untuk pembenaran tindakan kita. Saat kita terjebak dalam beribu alasan kita tak kan pernah bisa menjadi yang terbaik. (Sabtu, 9 Agustus 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-884935022773389942?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/884935022773389942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=884935022773389942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/884935022773389942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/884935022773389942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/08/puisi-douglas-mallock-semangat-dlm.html' title='PUISI DOUGLAS MALLOCK &amp; SEMANGAT DLM MENJALANI HIDUP'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1715108836846264645</id><published>2008-08-07T02:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:11:43.619-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>HAURA BELAJAR SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SJrUXqAbQgI/AAAAAAAAABw/1bXiruV1JOQ/s1600-h/Yg+mo+sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SJrUXqAbQgI/AAAAAAAAABw/1bXiruV1JOQ/s320/Yg+mo+sekolah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231727420022407682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin 14 Juli 2008, Haura mulai masuk playgroup di TK deket rumah. Sebenarnya udah sejak lama Haura minta sekolah sejak usianya 2 tahun, tapi saya menunggu sampai usianya cukup yakni usia 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di hari pertama sekolah, Haura masih terlihat "takut", ia tidak mau ikut berbaris, hanya mau saat didampingi saya. Wah, saya membatin, jangan-jangan nanti saat di kelas juga demikian. Usai berbaris, saya masih mengantarnya Haura ke kelasnya,  lalu saya bilang padanya kalau sekolah, Haura duduk bersama teman-teman tidak bersama umi. Saat saya keluar kelas, ia tidak menangis. Haura pun mulai belajar mengenal lingkungan kelasnya. Di luar kelas, saya masih mengamati putri kecil saya, saya ingin tahu apakah ia termasuk murid yg cepat beradaptasi atau perlu waktu lama. Alhmdulillah, ternyata di dalam kelas, Haura terlihat menikmati, ia aktif menjawab dan merespon kata-kata gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, tak terasa sudah hampir satu bulan Haura belajar sekolah. Waktu belajar Haura hanya 2 jam selama 3x 1 minggu (Senin, Rabu, Jum'at), sehingga Haura masih punya banyak waktu bermain di rumah dan beraktivitas. Saya tidak ingin di usianya yang masih belia, dia terbebani untuk sekolah. Saya memasukkan dia PG untuk Haura belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya, bukan untuk membuatnya bisa membaca dst. Karena hal tsb sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Sedangkan berteman dengan banyak anak itu yang sulit didapatkan Haura di lingkungan rumahnya. Di lingkungan rumah kami, yang sebaya dg Haura hanya 2 orang. Di PG dg 12 murid (7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki), tentu dapat membuat Haura belajar mengenal karakter dan polah temannya yang berbeda-beda. Ada anak yang kalem, pendiam, pemalu, tergantung pada ibunya, ada juga anak yang tidak bisa diam, anak yang lincah, cerewet, mau tahu, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga orang dewasa, ternyata anak-anak juga senang bermain/berteman dg anak yang "mirip" dengan dirinya. Ini tentu bukan kesimpulan, hanya berdasarkan pengamatan saya yg subjektif. Putri saya, Haura termasuk anak yang tidak bisa diam, ingin tahu, cerewet tapi juga tidak mudah nyaman dg lingkungan baru. Dari 11 teman sekolahnya, Haura paling suka bermain dg Hanum, sama-sama anak yang aktif dan lincah. Walau begitu, namanya anak-anak, Haura juga tetap bermain dg teman yg lain. Tp jika ditanya siapa teman yg paling disukai pasti jawabnya Hanum. Padahal di antara para ibu, saya paling dekat dg ibunya Shafa, hehehe... Lain ibu, lain anak ya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg paling menyenangkan saya, setiap hari sekolah, di pagi hari Haura selalu mudah dibangunkan, kadang dia sudah bangun pagi-pagi sekali, beda sekali dg hari-hari sebelum sekolah yang bangun tidurnya suka-suka dia dan kalau dibangunin suka ngambek. Sepertunya Haura semangat sekali sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1715108836846264645?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1715108836846264645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1715108836846264645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1715108836846264645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1715108836846264645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/08/haura-belajar-sekolah.html' title='HAURA BELAJAR SEKOLAH'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SJrUXqAbQgI/AAAAAAAAABw/1bXiruV1JOQ/s72-c/Yg+mo+sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-3622155966893029484</id><published>2008-01-24T00:47:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:08:45.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>ANTARA AKU, KAU DAN DIA (2)</title><content type='html'>Hehehe... Lagi-lagi judul ini enak untuk jadi bahan orat-oret,tapi beda topik ya. Kemarin tentang selingkuh, sekarang tentang cinta dan hobi membaca. Nah lho, bingung ya, mending baca aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkisah tentang Aku, Kau dan Dia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, &lt;strong&gt;Wini Afiati&lt;/strong&gt;, seorang ibu muda berusia 29 tahun (aduh ngomongin umur jadi berasa tua banget... sepuh...). Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Sejak SD, hobi membaca, dulu apa aja suka dibaca, sekarang mungkin gak seheboh dulu, udah emak-emak kali yaa, sekarang malah seneng baca yang berkaitan dengan keluarga dan dunia anak, sesekali masih baca komik dan novel sieh, tapi sudah bisa dihitung jari. Mungkin juga karena udah gak koleksi lagi, dulu waktu SMU, maniak banget ama setiap novel thriller/suspence terbaru terbitan Gramedia,macam Mary Higgis Clark, John Grisham, Sidney Sheldon, Agatha Christy, dll. Dimana ada pesta buku diskon, dg jurus seribu kaki segera menuju kesana.Belum lagi koleksi komik dan maniak nonton anime Jepang. Tambah lagi, saat itu saya punya geng cewek yang maniak buku juga. Kadang kalo inget zaman itu suka geli sendiri, demi beli novel/komik terbaru, mesti irit dengan uang jajan yang terbatas,maka bela-belainlah bawa bekal makanan dari rumah, rajin puasa Senin-Kamis (walah demi uang jajan utuh sampai segitunya) dan kreatif setiap ada lomba di sekolah selalu ikut berpartisipasi, lumayan hadiah uangnya bisa dipakai nambah koleksi buku. Alhasil, saat SMU itu saya jadi langganan juara Lomba desain sticker, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kuliah dan mulai mengenal Islam, tiba-tiba saya disadarkan dengan fanatisme semu saya. Mulailah seluruh koleksi buku itu saya simpan rapi dalam kardus-kardus. Lama-lama daripada gak tahan godaan, koleksi novel itu saya jual murah ke Kakak saya yang juga hobi koleksi buku. Hiks, sedih tapi harus tega. Sejak itu,saya mulai beralih membeli buku-buku religi dan novel islami, namun kali ini gak semaniak dulu yang ampe bela-belain ngirit uang jajan. Biasa aja,kalo ada uang lebih beli, kalo gak, ya minjem.Dan perilaku tsb masih berjalan sampai sekarang. Makanya koleksi buku saya sekarang juga bisa dihitung alias gak terlalu banyak,hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang tentang Kau, yakni &lt;em&gt;my lovely husband.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Namanya, &lt;strong&gt;Damsir Besari Rumadiyanto&lt;/strong&gt;. Namanya unik, sepintas mengingatkan kita pada nama orang Padang, padahal suami saya yang lahir di Jakarta, 17 Desember 1974, ayahnya orang Solo dan ibunya orang Dayak. Ibu mertua saya memang suka memberi nama yang unik untuk ke-4 anaknya yang kebetulan pria semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita tentang suami saya, jadi teringat saat ta’aruf dulu. Saat umi (&lt;em&gt;my Murrobi&lt;/em&gt; or guru ngaji) menyodorkan sebuah CV seorang ikhwan yang tidak saya kenal, saya sempat bingung. Melihat wajahnya di foto, biasa aja. Saat bertemu waktu ta’aruf di rumah umi, juga biasa-biasa saja, no feeling special. Gak ada debar-debar aneh seperti saat saya naksir kakak kelas saya,hehehe...jadul,cerita lama. Saya shalat istikharah, dan entah kenapa saya merasa tenang-tenang aja. Proses berlanjut dari ta’aruf ke kunjungan suami ke keluarga saya,lalu khitbah dan menikah. Saat akad dan resepsi, walau duduk berdampingan, saya masih merasa biasa saja. Malamnya, saat berdua dengannya, saya baru sadar kalo saya belum jatuh cinta dengan suami saya, tapi walau begitu saya merasa bahagia bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, dan hari berganti hari, tak terasa dalam dada mulai bergelayut sebuah rasa, dan saat saya sadar, rupanya saya telah jatuh cinta. Pagi itu sebuah sms tiba di ponsel saya, dari seorang sahabat waktu kuliah, "Hai Win, pkbr nieey?" dan saya jawab "Alhamd, baiiik bgt. Ternyata benar ya, kata pepatah yg bilang cinta itu bisa tumbuh setelah menikah. Dulu aku gak percaya, tapi ternyata itu terjadi jg sama aku. Hehehe..." Dan jauh di seberang pulau (kebetulan teman saya kerja di Balik Papan), sahabat saya tertawa geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya mencintainya adalah karena ia adalah pria yang baik, sederhana dan penyayang anak-anak. Saya bisa melihat aura cintanya pada anak-anak, saat ia bermain dengan keponakan atau anak tetangga, pada para muridnya, dan kini pada putrinya. Selalu ada gelak tawa bahagia anak-anak, tanpa kepalsuan atau senyum dibuat-buat yang biasa kita lihat pada orang dewasa, begitu natural karena lahir dari dalam jiwa. That’s why he love being a teacher. Pekerjaan yang tidak menjanjikan materi, tapi memberikan kepuasan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya juga orang yang senang membaca, walaupun jenis bukunya agak beda selera dengan saya, tapi ada juga yang beririsan (sama-sama suka), suami saya tidak begitu suka baca komik kecuali komik Detektif Conan dan New Kungfu Boy, yg juga saya suka. Suami jg biasa baca koran setiap hari, kalo ketinggalan alias gak baca sehari aja kayaknya gak enak, kadang saya suka jail dg menyebut si koran sbg istri keduanya, hehehe... Majalah yang dia suka juga kebanyakan yg berhubungan dg politik, tema yg sebenernya kurang kusuka, untukku sih paling baca kayak gitu untuk sekedar tahu aja, biar gak ketinggalan info,bukan karena interest. Tapi ternyata kita jadi bisa saling melengkapi, minimal koleksi buku dan majalah kita pas digabung gak banyak yang sama, kalopun ada yg kembar bisa dihitung jari,en yg kembar tsb jadi bisa dikasih orla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tentang Dia.&lt;br /&gt;Siapa dia? Pasti donk penghuni satu lagi di rumah mungil kami, siapa lagi kalo bukan si mungil Haura yang makin hari makin gemesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya, &lt;strong&gt;Haura Dzikriyyah&lt;/strong&gt;, yg berarti wanita yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap detak kehidupannya. Dg dzikirnya, ia menjadi seorang wanita yg cerdas dan sholihah. Aamiin. Namanya adalah doa kami, kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah,&lt;/em&gt; gadis kecilku ini yang lahir di sebuah klinik bersalin, hari Senin, 9 Mei 2005 ini tumbuh dengan sehat walafiat. Walaupun tubuhnya mungil, tapi tumbuh kembangnya baik, mulai dari motorik halus, kasar sampai perkembangan bahasa dan emosi&lt;em&gt; alhamdulillah&lt;/em&gt; berjalan normal. Sekarang usia Haura menginjak 2,5 tahun, semakin banyak ketrampilan yang bisa ia kuasai. Kadang tingkahnya yang seperti orang gede membuat saya gemas. Ada-ada saja tingkahnya yang seringkali membuat saya terkaget-kaget,kok dia bisa berbuat itu ya, or bisa-bisanya dia memberi komentar yang lucu. Misalnya kejadian tadi siang, saat saya selesai mandi, dia mendekati saya, mengelus rambut saya sambil berkata: "umi cantik deh, udah mandi," hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura sangat senang bernyanyi, kayaknya setiap ada kesempatan, mulutnya itu gak pernah berhenti bersenandung. Sejak usia 1,5 tahun,Haura sudah pandai menyanyikan beberapa lagu anak-anak. Tapi beranjak besar, Haura mulai bosan dg lagu anak-anak, jadi dia mulai melirik lagu lain. Parahnya, lagu-lagu hit yang baru didengarnya sekali aja, udah bisa dia tiru, padahal lagu-lagu itu notabene lagu orang dewasa dan saya jarang banget menyetel lagu tsb (tentang ini pernah saya tulis di blog, judulnya "Keracunan Lagu Pop").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyanyi, Haura juga suka membaca (maksudnya minta dibacakan cerita) dan bermain susun puzzle dan lego. Saya perhatikan, putri saya ini terlihat cerdas di usianya (bukannya ge-er, hehehe...), tiap kali diberi mainan edukatif, awalnya dia ogah-ogahan, tapi lama-lama bisa bolak-balik memainkannya, eh tiba-tiba sudah berhasil. Seperti saat main puzzle, dia sudah bisa menyusun puzzle zigzag yang pecahannya cukup banyak tanpa dibantu. Sebagai ibu,saya tak mau memaksa putri saya harus bisa ini-itu, biarlah ia berkembang sesuai kemampuannya, sbg ortu, saya dan suami hanya memberi stimulus dan alat, selebihnya biarkan si kecil yg berkarya.&lt;br /&gt;Tentang hobi membaca Haura, mungkin menular dari kedua orangtuanya yg suka membaca. Haura sangat senang dibacakan cerita, bahkan menjelang tidur pun selalu minta dibacakan cerita, kadang jika saya sudah ngantuk tapi masih kuat menahan kantuk, saya akan bacakan 1-2 cerita, tapi kalo benar-benar gak kuat terpaksa saya bujuk dia untuk membacakan cerita besok, ya kadang berhasil, kadang dia ngambek, hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, beginilah kami, sebuah keluarga kecil, dengan tiga orang anggotanya. Aku, sang ibu. Kau, sang ayah. Dan Dia, sang putri. Antara Aku, Kau dan Dia. Mungkin akan ganti judul jika tambah personil baru di keluarga kami ini, tapi kapan ya sang penghuni baru muncul? hehehe... belum tahu jawabannya deh. Masih rahasia Illahi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Home Sweet Home, 20/01/08)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-3622155966893029484?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/3622155966893029484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=3622155966893029484&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3622155966893029484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/3622155966893029484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/01/antara-aku-kau-dan-dia-2.html' title='ANTARA AKU, KAU DAN DIA (2)'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-4738261625914917677</id><published>2008-01-24T00:43:00.000-08:00</published><updated>2009-07-04T02:10:05.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orat-oret'/><title type='text'>ANTARA AKU, KAU DAN DIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/R5hQgdHI-pI/AAAAAAAAABg/arkedr7WDsM/s1600-h/03022007280.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158961891653515922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/R5hQgdHI-pI/AAAAAAAAABg/arkedr7WDsM/s320/03022007280.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pasti udah nebak yang aneh-aneh deh, pas baca judulnya, hehehe.. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari judulnya emang keliatan ya ada aroma "perselingkuhan". Eit,bukan tentang aku lho. Itu kan judul lagu yang saat ini masih hit. Sebelumnya juga banyak lagu-lagu bertema perselingkuhan yang jadi top hits, seperti lagu-lagunya Temen Tapi Mesranya-duo Ratu, Kekasih gelapnya-Ungu, Kamu Ketahuannya-Matta, Lelaki Cadangannya-T2, dll. Lagu-lagu tsb,entah kenapa iramanya begitu enak didengar tapi eiitt tunggu dulu,setelah didengar lebih jelas makna syairnya, ampuuunn deh, lagi-lagi tentang selingkuh. Kok selingkuh, bangga ya, karena dinyanyikan dg riang gembira. Saking banyaknya tema lagu seperti itu, masalah selingkuh yang seharusnya jadi momok menakutkan dan harus dihindari malah jadi tren biasa, hiiiyyy... Baru pacaran aja udah biasa selingkuh,gimana juga nanti setelah menikah? Mungkin akan seperti gaya para artis yang nikah-cerai-nikah-cerai, seakan-akan institusi pernikahan seperti mainan saja yang bisa dibuang jika sudah tak suka (tak lagi saling mencintai). Kebayang kan gimana bisa maju negeri ini jika dari lagu-lagunya aja tercermin kebobrokan moral, mengajak selingkuh, tidak setia pada pasangan, free sex, hobi dugem, dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Secara fitrah, Allah memang memberikan kita karunia untuk menyukai keindahan, baik secara kasat mata maupun yang melalui mata batin. Kita suka melihat pemandangan alam yang indah, keserasian berpakaian orang lain, suka mendengar irama lagu yang indah, suka berada di rumah yang rapi dan indah dipandang mata, dst. Allah juga memberi kita ketertarikan pada lawan jenis. Tentu fitrah, jika pria menyukai wanita cantik, begitu pula sebaliknya. Tapi dalam Islam, terdapat rambu-rambu yang harus dijaga terkait masalah hubungan lawan jenis. Ada batasan dimana rasa suka dan ketertarikan bisa berlanjut jika telah terjadi akad pernikahan, selebihnya tidak ada kamus pacaran sebelum menikah dalam Islam. Bukan berarti Islam itu kejam, namun itulah indahnya Islam, Islam menjaga sekuntum bunga tumbuh mekar menyebarkan aroma wangi yang indah pada saat yang tepat. Kesucian dan keindahan seorang wanita diberikan hanya untuk sang suami tercinta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pernikahan&lt;/strong&gt; termasuk salah satu perjanjian yang berat kepada Allah, yang harus dapat kita pertanggungjawabkan pada Allah di yaumil akhir. Jika kita sungguh menjaganya, bagaimana mungkin kita tega menodainya dengan adanya affair/ perselingkuhan. Tidak peduli apa pun alasannya, seperti jika sejak awal kita belum tertarik/ mencintai pasangan kita, tapi saat kita sudah memutuskan untuk menikah dengannya, tak ada lagi yang lainnya (pria/wanita idaman lain). Belajarlah untuk mencintai dengan tulus apa yang telah kita dapatkan/ miliki. Selingkuh terjadi, awalnya mungkin karena iseng, tapi ada juga karena tidak terjaganya hubungan dengan lawan jenis, seperti biasa curhat, sering meluangkan waktu bersama, apakah sekedar makan siang berdua, pulang kerja bareng, dst. Lama-lama karena biasa berdua, kok merasa enak, cocok, akhirnya terjadilah hubungan lain, hubungan yang menuju kehancuran. Itulah sebabnya, Islam menyuruh kita untuk menjaga pandangan, menjaga agar jangan berdua-duaan saja dengan lawan jenis. Inget kan pepatah yang berbunyi: &lt;strong&gt;"dari mata jatuh ke hati",&lt;/strong&gt; betul banget, semua memang berawal dari pandangan mata, lalu setan pun hinggap di hati, menebar cinta-cinta semu, dan terbuailah kita pada indahnya surga dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Huaaa… jadi puyeng, ngomongin perselingkuhan. Yang pasti &lt;em&gt;&lt;strong&gt;say NO to affair&lt;/strong&gt;!&lt;/em&gt; Terus menjaga keharmonisan dengan pasangan, selalu membuat suasana baru yang membangkitkan cinta, terutama untuk pernikahan yang sudah berjalan lama dan juga terus jalin kedekatan pada Sang khalik, insya Allah godaan dunia akan mudah kita lalui. Hehehe, sotoy banget ya, kayak konsultan pernikahan aja, gapapa ya, kan&lt;em&gt; sharing&lt;/em&gt; pikiran… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Home Sweet Home, yang lagi nungguin Haura bangun tidur...20/1/08)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-4738261625914917677?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/4738261625914917677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=4738261625914917677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/4738261625914917677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/4738261625914917677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2008/01/antara-aku-kau-dan-dia.html' title='ANTARA AKU, KAU DAN DIA'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/R5hQgdHI-pI/AAAAAAAAABg/arkedr7WDsM/s72-c/03022007280.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-6592296370509811537</id><published>2007-10-30T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:07:52.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Bahagia Menjadi Diri sendiri!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RybpxxUPjNI/AAAAAAAAABY/bUujza6mgCs/s1600-h/30012007269.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RybpxxUPjNI/AAAAAAAAABY/bUujza6mgCs/s320/30012007269.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127042267068992722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali bertemu kawan lama, kerabat mau pun kenalan baru, seringkali keluar pertanyaan klasik ini: “Aktivitas sekarang apa?”. Jika tahu latar belakang pendidikan saya yang lulusan sarjana S1 dari FTUI, mereka akan kembali berkomentar: “Wah, sayang dong susah-susah kuliah ilmunya gak dipakai…” Saya biasanya tersenyum dan menjawab: “Ya gak lha, ilmunya kan tetap bisa diterapkan di tempat lain, gak mesti harus dipraktekin melalui karier di luar rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang memilih berkarier di rumah, menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full time mother&lt;/span&gt; atau ibu rumah tangga. Saya ingin mendampingi anak-anak saya, apalagi di saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden ages &lt;/span&gt;mereka. Jadi ilmu saya tetap terpakai untuk mendidik anak. Memang ilmunya gak saklek sama persis seperti didapat di bangku kuliah, saya kuliah di jurusan arsitektur. Malah mungkin beda banget dan saya harus belajar lagi dengan banyak membaca dari buku-buku dan majalah literatur, internet, maupun melalui pergaulan dengan para ibu yang sudah berpengalaman. Tapi yang pasti, tidak ada ilmu yang mubazir. Pasti ada perbedaan antara ibu yang berpendidikan dengan yang tidak, misalnya dalam hal pola pikir dan pola asuh. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Di keluarga saya, hanya saya yang ibu rumah tangga, sedangkan saudara-saudara saya lainnya menjadi wanita karir, kecuali si bungsu yang masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya memutuskan berhenti bekerja, itu saya lakukan dengan sadar. Sadar akan konsekuensi yang akan saya dapat, seperti pendapatan keluarga saya akan berkurang karena dengan menjadi ibu rumahan otomatis saya akan bergantung dengan pendapatan suami saja. Cukup gak cukup, harus pandai-pandai mengatur keuangan agar jangan sampai terjadi besar pasak daripada tiang, dan saya mendapatkan banyak pelajaran di sini. Dulu waktu masih kerja, seringkali saya konsumtif (suka membeli barang yang sebenernya belum perlu, cuma karena suka, bosen dengan yang lama, dst). Setelah menjadi ibu rumahan, saya belajar menata prioritas, mana yang penting dan mana kebutuhan yang bisa ditunda. Awalnya berat juga, tapi seiring dengan berjalannya waktu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt; keadaan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menikah dan menjalani ritme baru dengan hidup mandiri (tidak lagi tinggal bersama orangtua), saya juga mendapat banyak pelajaran. Hidup saya berubah 180 derajat, dari yang gak pernah masak, cuci-setrika, sekarang harus mulai dilakukan sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, suami saya begitu pengertian, dia tidak menuntut saya harus begini-begitu, apa yang bisa dia kerjakan sendiri ia akan mengerjakan, tanpa minta dilayani saya, malah karena ia begitu toleran, saya jadi terpacu untuk belajar. Dari dia, saya belajar masak dan mencuci. Dan akhirnya setelah pernikahan saya berjalan 6 bulan dan saya belum jua menunjukkan tanda-tanda hamil, saya memutuskan resign dari tempat kerja saya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, tak berapa lama kemudian saya positif hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih menjadi ibu rumahan karena saya mau, tidak ada permintaan apalagi paksaan dari suami atau siapa pun. Karena saya membutuhkan waktu untuk belajar menjadi istri dan ibu, jadi saya memutuskan untuk memiliki lebih banyak waktu di rumah, dan itu bisa saya dapatkan dengan berhenti kerja&lt;span style="font-style: italic;"&gt; full time&lt;/span&gt;. Di rumah pun, saya masih sesekali mendapat order job &lt;span style="font-style: italic;"&gt;freelance&lt;/span&gt;, seperti membuat skenario cerita anak, mengedit cerita, juga membuat desain brosur, kalender, melayout buku, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi ibu seorang putri, sempat ada keinginan untuk kembali berkarir, tapi hati ini kok rasanya tidak tega meninggalkan putri saya yang masih dalam tahap golden age pada pengasuhan orang lain, yang belum tentu “sepaham” dengan pola asuh orangtuanya, terutama saya selaku ibunya. Juga terbayang betapa letihnya jika saya menjalani peran ganda, menjadi ibu plus wanita karir.  Wah, saya bukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; super mom&lt;/span&gt;,yang punya energi ekstra untuk meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; semua. Saya takut yang terjadi, adalah waktu saya lebih banyak habis untuk karir sedangkan untuk keluarga tinggal sisanya. Saya takut tiba-tiba menyadari putri saya sudah besar tanpa saya lihat bagaimana ia tumbuh, betapa mengerikannya. Lagipula tubuh saya juga gampang sakit jika kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya ini bukan untuk mendiskreditkan wanita karir, sama sekali tidak. Banyak juga wanita karir yang berhasil dalam karirnya dan keluarganya baik-baik saja. Tapi banyak juga wanita karir yang menyesal di kemudian hari ketika menyadari ia telah kehilangan momen-momen indah bersama buah hati. Hidup adalah pilihan, dan tiap orang berhak memilih apa yang menurutnya terbaik untuk diri dan keluarganya. Setiap orang punya pilihan dan tujuan hidup masing-masing dan kita harus menghargai pilihan tiap orang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don’t judge the book from it’s cover!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pun saya memilih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full time mother&lt;/span&gt; adalah hak saya, pilihan saya, dan tentunya menjadi kebahagiaan dan kebanggaan saya. Jika saya tidak bangga, saya akan jatuh minder. Tiap bertemu kawan yang sukses dalam karirnya, pasti akan merasa down (minder). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I don’t want to be like that! I’m happy being me! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan nyata yang seringkali dipotret dalam film, banyak juga terjadi ibu-ibu rumahan yang merasa putus asa dengan hidupnya yang begitu-begitu saja, seperti yang digambarkan di film drama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Desperate Housewife&lt;/span&gt;, misalnya. Rasanya jika tidak ingat dengan tujuan kita memilih menjadi ibu rumahan, bisa-bisa kita akan ikut-ikutan putus asa seperti ibu-ibu tsb. Yang membuat hidup kita bersemangat adalah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;always remember  our goal&lt;/span&gt;, dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; keikhlasan &lt;/span&gt;yang menyertai, pengorbanan tidak akan tersa sebagai penderitaan. Jika kita masih merasakan beban yang bertumpuk-tumpuk, mungkin kita harus memperbarui niat dan keikhlasan kita. Memang menghadapi urusan rumah tidak ada habis-habisnya, membuat kita bosan/jenuh. Saat jenuh itu datang, maka berhentilah sejenak dari aktivitas kita itu, lakukanlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; untuk menyegarkan dan merelakskan pikiran yang mumet dan tubuh yang letih. Refreshing bisa didapat dengan melakukan apa yang kita sukai seperti hobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya seorang yang tidak bisa diam, saat di rumah selain mengerjakan aktivitas rutin, saya juga menekuni hobi saya, dan itu menjadi refreshing saya dalam menghadapi rutinitas sehari-hari yang monoton. Saya sangat suka menulis tentang kehidupan sehari-hari, kadang saya menulis di blog atau di buku diary saya. Saya juga suka mendesain, surfing internet, membaca, main games, juga sesekali jalan-jalan ke luar, ke toko buku adalah favorit saya, juga ke tempat grosiran (murah meriah dapat banyak, hehehe…).Bermain dengan anak dan keponakan-keponakan juga refreshing bagi saya (kebetulan rumah saya berdekatan dengan rumah kakak), bahkan merubah suasana rumah/kamar juga bisa menghilangkan kebosanan. Bisa juga dengan menginap di rumah ortu, sekalian melapas kangen sama masakan nyokap, hehehe... Intinya, pandai-pandailah mencari alternatif pembunuh kebosanan, yang tiap orang bisa berbeda-beda caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup jadi simple jika kita tidak menuntut terlalu banyak. Sibuk melihat orang lain, sehingga lupa akan anugerah yang telah diberikan Allah pada kita. Kondisi hidup setiap orang berbeda-beda, begitu juga ujian yang diberikan Allah pada kita pasti sesuai dengan kadar kemampuan kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syukuri apa yang kita miliki, berikan yang terbaik yang dapat kita lakukan, dan terus berusaha menggapai harapan kita dengan mengikuti aturan-Nya.&lt;/span&gt; Hidup akan terasa tenang saat kita bahagia dengan apa yang kita miliki. Jika kita sibuk dengan membanding-bandingkan keadaan kita dengan orang lain yang dari segi ekonomi lebih baik misalnya, rasanya hidup kita sengsara terus, tidak akan merasa cukup. Selalu merasa kurang terus, karena terbiasa melihat ke atas. Kenapa gak enjoy aja dengan apa yang ada, dengan apa yang kita miliki, gak memaksakan diri di luar batas kemampuan, gak suka mengeluh pada suami yang hanya membuat kepalanya pening. Rizki yang diberikan Allah tidak hanya dalam bentuk materi, tapi juga kesehatan, pernikahan yang bahagia, anak yang sholeh, dst. Kalo sudah hidup berkecukupan tapi sakit-sakitan kan gak enak, juga jika rumah tangganya cekcok melulu, sekaya apa pun gak kan tenang hidupnya. Maunya sih, hidup berkecukupan, rumah tangga baik-baik saja, tubuh sehat, anak-anaknya lucu, pinter, sholeh, pokoknya segala keinginan terpenuhi. Tapi namanya hidup gak mungkin mulus-mulus aja, pasti ada ujiannya. Yang kelihatan sempurna secara kasat mata, pasti ada jua kekurangannya. Seperti seorang artis yang berkata ingin memiliki suami seganteng nabi Yusuf, sekaya dan sesukses nabi Sulaiman dan sehebat kepribadian Rasulullah Muhammad, waks…&lt;span style="font-style: italic;"&gt; perfect&lt;/span&gt; banget, apa iya ada orang yang memenuhi seluruh kriteria tsb? Kalopun ada pasti yang mau juga banyak kan? Ukur juga diri kita, apa gak kayak punuk merindukan bulan, hehehe… Berusaha memang harus, tapi kalo maksain, ya enggak lha yaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, jadi ngomong ngalor ngidul, gpp ya sembari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; mumpung&lt;span style="font-style: italic;"&gt; my little girl &lt;/span&gt;masih bobo, semalam dia ikutan bangun sahur, jadi udah siang gini blom juga bangun, enak deh ibunya jadi bisa menyalurkan aspirasi menulis, hohoho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah dulu ah…ngantuuuk…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-6592296370509811537?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/6592296370509811537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=6592296370509811537&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6592296370509811537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/6592296370509811537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2007/10/bahagia-menjadi-diri-sendiri.html' title='Bahagia Menjadi Diri sendiri!'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RybpxxUPjNI/AAAAAAAAABY/bUujza6mgCs/s72-c/30012007269.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-5790698840061077733</id><published>2007-09-20T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:06:19.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>REUNIAN TEMAN KULIAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH4zPr345I/AAAAAAAAAA4/NP2AQ_oa_Pk/s1600-h/Resize+of+Resize+of+haura+jilbab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH4zPr345I/AAAAAAAAAA4/NP2AQ_oa_Pk/s320/Resize+of+Resize+of+haura+jilbab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116644210937160594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 tahun berlalu, usai lulus kuliah, semua mulai sibuk dengan dunia masing-masing. Lama berlalu, paling terdengar kabar teman telah begini- begitu. Yang masih bersilaturahim atau kontak via phone or sms bisa dihitung dengan jari. Sampai suatu hari, saat saya mulai ber-FS ria (ketinggalan zaman yaks, hehehe…) Soalnya sebelumnya my little girl masih bayi, ibunya jadi belum bisa “kemana-mana”, sekarang putriku sudah 2 tahun, dan aku juga mulai semakin bosen berdiam diri di rumah, mulai butuh sarana aktualisasi dan kesibukan baru di luar rutinitas ibu rumahan. Alhamdulillah juga ada kemudahan bisa nge-net hampir tiap hari, jadi aku mulai melanglang buana saat Haura tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to FS, melihat foto-fot beberapa teman dengan kehidupannya saat ini. Yang mayoritas sudah menikah dan memiliki anak, entah kenapa menimbulkan rasa rindu ingin berjumpa. Akhirnya setelah kontak dengan seorang sahabat, mulailah kami menyusun rencana untuk mengadakan acara reunian kecil-kecilan, antar kita dulu. Mulailah saya meng-sms en kontak-kontak teman-teman akhwat FUSI’97, alhamdulillah hampir semua merespon positif pertemuan ini. Tempat yang dipilih adalah Pondok Laras, hari Ahad, 26 Agustus 2007, kumpul pukul 11.00 untuk makan siang bersama, acara reuninya memang di-set gak formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Alhamdulillah,&lt;/span&gt; acaranya lancar. Kami datang dengan membawa keluarga kami masing-masing, wah riuh en rame dengan bayi dan anak-anak balita yang gak bisa diam. Setelah tidak bertemu sekian lamanya, ternyata masih banyak teman yang penampilannya gak berubah walaupun ada juga yang agak berubah, tapi sifat dan karakter sih masih sama, masih pada bawel-bawel, eh yang kalem keibuan juga ada donk. Ya, begitulah indahnya menjalin ukhuwwah, dengan berbagai karakter tiap orang yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, rasanya rindu itu pun menemukan tempatnya. Terima kasih ya Rabb telah mempertemukan kami kembali dalam indahnya Islam. Walaupun juga ada cerita sedih tentang sahabat yang berubah 180 derajat setelah bekerja, at least temenku itu masih tetap memakai jilbab walau sudah keluar dari tarbiyah. Yah, begitulah hidup dengan berbagai pilihan, apa pun yang kita pilih saat ini, apa yang kita yakini baik untuk kita saat ini, semoga semua itu masih berada dalam naungan ridho-Nya. Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dan keluarga untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sampai akhir hayat kelak, aamiin…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-5790698840061077733?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/5790698840061077733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=5790698840061077733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/5790698840061077733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/5790698840061077733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2007/09/reunian-teman-kuliah.html' title='REUNIAN TEMAN KULIAH'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH4zPr345I/AAAAAAAAAA4/NP2AQ_oa_Pk/s72-c/Resize+of+Resize+of+haura+jilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-8634109807814597560</id><published>2007-09-18T21:51:00.001-07:00</published><updated>2009-07-04T02:04:55.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Problematika Anak'/><title type='text'>ANAK SUSAH MAKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH6Gfr346I/AAAAAAAAABA/Q0NE4kmXSxg/s1600-h/Haura%27s+smile.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH6Gfr346I/AAAAAAAAABA/Q0NE4kmXSxg/s320/Haura%27s+smile.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116645641161270178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa hayo ibu yang seneng anaknya susah makan atau picky eater (yang suka pilih-pilih makanan or maunya makan itu-itu aja) ??? pasti gak ada lha yaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya juga gimana reaksi mereka manghadapi anak-anak tipe tsb. Kayaknya saat makan menjadi "perang" ibu dg sepiring makanan dengan sang anak, dari aksi menutup mulut rapat-rapat ataow kalopun berhasil makanan masuk ke mulut dg sukses pula disembur/dimuntahin lagi, atau anak yg harus kejar-kejaran dulu kalo makan, sekalian sang ibu jadi olahraga deh, hehehe.. kalo waktu nulis sih bisa ketawa-ketawa, tapi kalo lagi saat ini menghadapi adegan itu, walah-walah, benar-benar menguji kesabaran banget gak sieh??? apalagi jika proses makan yang ngabisin waktu berjam-jam, gimana gak stres kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya utk mengatasi problem anak seperti ini, kuncinya adalah SABAR, bersabar dalam menghadapi polah anak dan terus berusaha mencari cara agar anak menyenangi acara makan dan makan menjadi momok yang menyenangkan untuk anak. Begitu nasihat yang saya dapat dari dokter atau dari literatur buku, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya menjadi sabar, benar-benar butuh proses dan perjuangan yang panjang, yang kadang melelahkan, apalagi jika pola makan anak sama sekali tak kunjung berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri termasuk ibu yang pusing dengan pola makan putri saya ini.&lt;br /&gt;Pada awalnya putri saya waktu bayi masih mudah disuapin, namun semakin bertambah usia dan semakin bertambah kepintaran dan kebisaannya, sejak usia 9 bulan-an, dia mulai sulit makan. Walhasil berbagai cara telah saya coba, mulai dari mengajaknya bermain sambil menyuapi makan, makan sambil mendengarkan musik riang, mengajak jalan-jalan, membacakan cerita ttg anak yang suka makan, mencoba variasi makanan, dan makan bersama-sama, tapi sampai saat ini di usia 2 tahun, putri saya masih tetap bermasalah dalam pola makannya. Haura hanya makan dengan porsi sedikit, setelah itu menolak makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya stres sekali setiap kali  ditanya orang berapa beratnya sekarang, atau saat kontrol ke dokter dan dokter akan menasehati saya panjang lebar tentang bagaimana membuat suasana makan menyenangkan, dst, dan biasanya putri saya akan diberi tambahan vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai saya pernah mengalami puncak stres sehingga mudah sekali menangis dan sensitif dengan komentar orla. Tapi lambat laun saya belajar, apa pun komentar orla tidak terlalu saya pusingkan. Seperti kata-kata orla yg suka membanding-bandingkan tubuh montok anaknya dengan putri saya. Alhamdulillah seiring waktu, nafsu makan putri saya mulai membaik, walau masih mengikuti moodnya. kadang makannya bisa banyak, kadang masih susah. Tidak apa-apa makan sedikit tetapi frekuensinya lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, putri saya termasuk anak yang jarang sakit, walaupun tubuhnya mungil, dia lincah, ceria dan cerdas. saya selalu mengamati tumbuh kembangnya, dan alhamdulillah perkembangan motorik halus dan kasar Haura berjalan baik, perkembangan bicara maupun emosinya juga tidak ada masalah. Haura bisa duduk dan berdiri sendiri di usia 6 bulan, bisa berjalan lancar di usia 12 bulan, mulai cerewet dan pandai menyanyikan lagu anak-anak di usia 18 bulan, di usia 20 bulan sudah bisa berhitung 1-10, bisa memasukkan aneka bentuk ke tempatnya. Di usia 2 tahun, semakin banyak yang ia kuasai, Haura sudah bisa melepas dan memakai baju, celana, kaos kaki dan sepatunya tanpa dibantu, bisa menyusun puzzle zigzag empat kotak sendiri, bisa ngobrol di telpon, dan pandai meniru apa pun yang ia suka terutama aktivitas sehari-hari saya, seperti menyapu, membuatkan susu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dari literatur yang saya baca, problem makan anak seperti picky eater ini wajar terjadi di usia 1-3 tahun. Menurut psikolog, hal tsb mrpkn tahapan perkembangan anak yang tjd bersamaan dengan perkembangan egonya. Bisa jadi anak yang picky eater, ortunya jg termasuk orang yg pilih-pilih makanan, sehingga tanpa sadar anak menirunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat putri saya lagi, di balik sikap menolak makannya (makan yg dimaksud adalah makan utama), sebenarnya ia bukannya tidak mau makan sama sekali. Sejak usia 1 tahun, dia hanya mau makan dengan caranya sendiri. Hanya saja karena ketrampilan makannya belum sempurna, untuk menyendok makanan saja dari piring masih lebih banyak yang jatuh apalagi setelah masuk ke mulutnya, sedangkan yang masuk ke mulutnya cuma sedikit yang tersisa. Makanan yang berserakan di lantai, kadang dengan polos dipungutnya makanan tsb, dan hup masuklah ke dalam mulutnya. Belum lagi jika muncul daya eksplorasinya melihat makanan yang berceceran tsb, malah asyik dimain-mainkannya, sehingga lupa dengan acara makannya. Menemani proses belajar makan anak juga menuntut lagi-lagi kesabaran ibu. Kadang saya suka tidak tahan, ingin menyuapi saja, daripada makanan terbuang-buang, tapi putri saya selalu marah jika "diganggu" saya, dan saya pun akhirnya mengalah dengan membiarkan ia makan dengan caranya sendiri. Usai makan, putri saya akan berlari ke kamar mandi minta dicuci tangannya, dan itu artinya dia tidak mau meneruskan makannya, dan akhirnya saya memberinya susu untuk tambahan gizinya. Putri saya hampir tak pernah makan sayur yang saya berikan, hanya nasi dan lauknya saja. Ini memang masih jadi pe-er saya, sebenernya saya sendiri dari kecil kurang suka makan sayur, ternyata kebiasaan buruk ini "menular" ke putri saya. Wah, bagaimana ini... padahal sejak hamil, saya sudah memaksakan diri selalu makan sayur, dan sampai saat ini pun saya selau makan sayur saat makan bersama putri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, putri saya juga suka mengemil, walaupun juga dalam porsi yang sedikit. Saat ini saya masih belum sempat berkreasi membuat cemilan-cemilan lucu, sedangkan Haura mulai bosan dengan biskuit/kue/krakers yg instan yang mudah dibeli tanpa saya susah-susah payah memasaknya. Setelah memiliki anak, seorang ibu ternyata harus "pandai" berkreasi dengan masakan en cemilan sehat utk anak, hiks... saya sebenernya orang yang malas masak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi dapet saran en nasehat dari psikolog, agar ibu tidak sakit hati dan patah semangat, karena sudah capek-capek membuat masakan tapi kemudian tidak dimakan anak. Jadikan hal itu sebagai tantangan untuk lebih kreatif lagi menyajikan menu yang bervariasi dan makanan yang bisa menggugah selera anak. So, semangat euiyyy... Ayo, ke dapur, bu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada 10 taktik jitu hadapi anak susah makan (sumber: majalah ayahbunda, no.10/2007)&lt;br /&gt;1. Nampan aneka warna&lt;br /&gt; Sajikan aneka jenis potongan kecil buah, camilan, kue, dll di atas nampan yang menarik&lt;br /&gt;2. Dicelupkan, ini salah satu favorit anak.&lt;br /&gt; Misalnya biskuit dicelupkan dulu ke susu sebelum masuk mulut&lt;br /&gt;3. Dioleskan&lt;br /&gt; Oleskan sesuatu lebih dulu di atas permukaan makanan. Misal ajarkan anak mengoleskan mentega/ selai kacang/ selai buah di atas selembar roti, biskuit/ krakers.&lt;br /&gt;4. Sedotan&lt;br /&gt; Ajaklah si kecil membuat aneka smoothies, jus buah campur susu atau wheep cream, serta sajikan dg sedotan. Bunyi sruput sedotan menimbulkan sensai yg mambuat anak bersemangat.&lt;br /&gt;5. Mini is more&lt;br /&gt; Potong aneka makanan dalam berbagai bentuk yg menarik dan berukuran mini. Misal sandwich mini dg bentuk segitiga atau segiempat, diberi hiasan tusuk gigi berbendera.&lt;br /&gt;6. Dihias&lt;br /&gt; Setiap anak yang tidak suka makan sekali pun, pasti tergiur mencicipi ketika melihat makanan yang dihias menarik&lt;br /&gt;7. Santap bersama&lt;br /&gt; Ajaklah anak-anak teman anda atau keponakan (apalagi yang doyan makan) menemani sio kecil makan. Biasanya cara ini akan mengubah sikap si kecil yang suka pilih-pilih makanan.&lt;br /&gt;8. Berikan dengan porsi kecil, karena lambungnya masih kecil&lt;br /&gt;9. Libatkan memasak&lt;br /&gt; Mulai dari proses belanja, persiapan hingga penyajian. Dia kan lebih berselera mencicipi hasil karyanya sendiri.&lt;br /&gt;10. Ubah menu&lt;br /&gt; Misal. nasi goreng yang semula untuk sarapan ditukar dengan menu makan malam, yang penting kebutuhan kalorinya terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 10 tips tsb, yg paling berhasil pada putri saya adalah yg poin ke-7 (santap bersama). Setiap kali makan bareng sepupu atau teman main, Haura bisa lahap dan banyak makannya, sayangnya makan bersama ini gak bisa 3x sehari, paling pas makan siang, tapi gpp dech, yang penting terus semangat mencari cara agar si kecil doyan makan. semangat euiiyyy...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-8634109807814597560?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/8634109807814597560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=8634109807814597560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/8634109807814597560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/8634109807814597560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2007/09/anak-susah-makan.html' title='ANAK SUSAH MAKAN'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH6Gfr346I/AAAAAAAAABA/Q0NE4kmXSxg/s72-c/Haura%27s+smile.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1053586471181746372</id><published>2007-09-09T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:03:40.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>KERACUNAN LAGU POP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH7nvr347I/AAAAAAAAABI/VfoqG2UyzXo/s1600-h/Meru+dan+Haura,+Mei+2007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH7nvr347I/AAAAAAAAABI/VfoqG2UyzXo/s320/Meru+dan+Haura,+Mei+2007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116647311903548338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, saya memang suka menyanyi, dan mencapai puncaknya saat smp-smu, dimana tiada hari tanpa musik menemani hari-hari saya. Sambil membaca buku, atow belajar bahkan saat dapet tugas mencuci piring, alunan lagu pasti menemani. Mulut pun asyik mengikuti syair yang dinyanyikan sang penyanyi, mo di kamar ampe kamar mandi sok pede aja nyanyi, padahal yg denger paling udah pada pengen pingsan kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, di era tahun 90-an, saya sangat suka lagu-lagu heavy metalnya Helloween, Jon Bon Jovi, Skid Row, Metallica, dll, yah agak terpengaruh kakakku yg tidur sekamar sieh. Lagu klasik rock macam The Police ampe yg nge-punk seperti Nirvana, Greenday jg suka berat. Musik yg paling saya benci tentu aja dangdut dan disco. Cita-cita saya saat smp, kalo masuk smu mau jadi anak band. Walhasil ketika jd anak baru di smu 28 ragunan, saya sempet mau masuk ekskul Unit Kesenian (UK), eh batal, gara-gara malu pas orientasi kok suaraku yg paling fals. Walhasil, mundur teraturlah aku dari UK krn minder, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar mengenal Islam saat kuliah, kesuakaan saya terhadap musik mulai bergeser, saya mulai suka mendengarkan lagu-lagu religius atau nasyid, terutama Snada, Raihan, Bimbo, Izzis, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masuk dunia kerja, dan seruangan dengan para bapak yang hobi download lagu2 terbaru untuk koleksi MP3nya. Waktu itu pak Ivanosky emang paling hobi ngoleksi berbagai jenis musik, en koleksi lagunya buanyak banget, yang bikin saya tergoda juga pengen dengerin. Apalagi pak Ivan en dwight juga mbak asih begitu getol membangkitkan memory nostalgia saya terhadap lagu-lagu favorit era tahun 90-an itu, back to jadul dech. Walhasil terbiasalah saya mendengarkan lagu-lagu lama, menemani stres dikejar deadline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah dan berhenti kerja, dan belajar hidup mandiri lepas dari ortu. Kebetulan komputer rmh gak ngedukung utk saya ngedengerin musik. Yang saya punya cuma kaset-kaset nasyid. Alhamdulillah, jadi berkurang godaan duniawi, hehehe... Walaupun kadang masih suka "nyuri-nyuri" lewat klip di MTV or Global TV, tp jarang banget, jarang nonton TV juga sih, sibuk ngurus rumah, en saat hamil juga lagi seneng2nya baca buku-buku parenting, yg berhubungan dengan ngurus bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini putri saya sudah berusia 2 tahun. Dan ternyata dia juga anak yang sangat suka menyanyi. Di usia 18 bulan, Haura sudah pandai meniru lagu-lagu anak-anak yang sering didengarnya melalui CD ataupun melalui nyanyian saya sejak dia bayi, saat menemani dia bermain, saat mandi, saat sebelum tidur serta saat membacakan cerita jika saya menemukan objek yang sesuai dengan lagu, saya spontan menyanyi. Walau dengan suara fals, menurut  buku yg saya baca,  ibu atau ortu tidak perlu minder, tetap pede, karena alunan lagu yg keluar dari hati akan memberi efek kebahagiaan pada anak. Anak tumbuh menjadi anak yang ceria dan periang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, putri saya memang tumbuh menjadi anak yang ceria, lincah dan mandiri. Di usianya sekarang semakin banyak lagu yang bisa dinyanyikannya. Sayangnya, pengaruh lingkungan juga turut memberi dampak terhadap putri saya. Sehari-hari Haura biasa bermain dengan sepupunya (kak Meru) yang usianya terpaut 4 tahun dari Haura. Di sekolah, kak Meru terbiasa mendengar lagu-lagu pop yang sedang hit saat ini, dan hal itu terbawa ke rumah. Dan Haura pun yang sedang senang meniru juga ikut-ikutan suka dengan semua lagu yang disukai kak Meru. Walhasil di usia 2 tahun, Haura sudah bisa menynyikan lagu Surga-Mu, Andai Kau Tahu-nya band Ungu, lalu berlanjut ke lagu2 Nidji, semacam Kau dan Aku, I'm Child, Disco Lazy Time, jg Letto dg Ruang Rindunya. Dan sekarang Haura jg suka menyanyikan lagu Linkin Park "What I've Done" dan Bersama Bintangnya band baru Drive.&lt;br /&gt;Waksss.... Pussiiiiiiiiiiiinggggggggg.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus saya lakukan dengan racun-racun lagu ini. Semakin hari semakin bertambah saja lagu-lagu yang sebenarnya belum pantas untuk anak usia 2 tahun. Memang saat anak kecil menyanyi, lucu dan gemesin banget melihatnya, tapi lama-lama hati ini miris sekali. Aduh, putri saya kan belum mengerti arti apalagi makna dalam lirik yang dinyanyikan itu. Saya merasa amat bersalah, bagaimana pun juga semua ini terjadi juga karena andil saya juga, membiarkan dia mendengarkan lagu tsb saat bermain di rumah kak Meru, kadang saya juga suka khilaf bersenandung di rumah, aduh rasanya sedih sekali. Menjadi ibu yang baik itu ternyata sulit banget. Tanpa sadar, saya sering memberi contoh yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waah, apa yang harus aku lakukan???????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1053586471181746372?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1053586471181746372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1053586471181746372&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1053586471181746372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1053586471181746372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2007/09/keracunan-lagu-pop.html' title='KERACUNAN LAGU POP'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH7nvr347I/AAAAAAAAABI/VfoqG2UyzXo/s72-c/Meru+dan+Haura,+Mei+2007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4971938467133469144.post-1041641603201739943</id><published>2007-09-06T19:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T02:02:49.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Haura'/><title type='text'>HAURA SAYANG BUNDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH8F_r348I/AAAAAAAAABQ/FkWWmJager8/s1600-h/bersama+bunda+%283%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH8F_r348I/AAAAAAAAABQ/FkWWmJager8/s320/bersama+bunda+%283%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116647831594591170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari yang cerah, sama seperti hari-hari biasa, setiap pagi saya mulai disibukkan rutinitas bersih-bersih rumah dan memasak, setelah sarapan pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu saat saya sedang meracik bumbu masakan, putri saya, haura yang berusia 2 tahun, datang menghampiri saya. terbersit dalam pikiran saya, pasti seperti biasanya akan mulai "mengganggu" aktivitas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri saya duduk manis di samping saya yang sedang mengupas bawang merah.&lt;br /&gt;Haura : "Ini apa, mah?" (sambil menunjuk bawang merah)&lt;br /&gt;Bunda : "Oh, ini bawang merah." (saya mulai membatin, pasti setelah ini dia akan ikut-ikutan mengupas bawang dengan pisau mainannya)&lt;br /&gt;Haura : "ini apa?"&lt;br /&gt;Bunda : "itu bawang putih"&lt;br /&gt;Haura berlari menuju pojok mainannya. Di pojok itu ada sebuah meja dan dua kursi mungil, serta box berisi mainannya, termasuk peralatan masakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura sibuk mencari sesuatu dalam box&lt;br /&gt;Haura : "Manaaa pisauku?"&lt;br /&gt;(Bunda membatin, wah.. mulai deh..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura datang dengan membawa pisau mainannya, duduk manis lagi di samping saya, tangannya mengambil bawang merah.&lt;br /&gt;Bunda : "Nak, kupasnya yang bawang putih saja. Kalo bawang merah nanti mata kamu perih, keluar airmata." (saya berusaha menjelaskan alasan pilihan saya)&lt;br /&gt;Haura : "Ooh..." (sambil melepas bawang merah dan mengambil bawang putih dari keranjang bumbu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura pun asyik mengupas bawang putihnya, sambil melirik cara saya mengupas. Tapi karena pisau Haura hanya mainan, Haura tidak berhasil mengupas bawangnya. bawang tsb malah jatuh dan menggelinding di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa lucu dengan apa yang dilihatnya, haura lupa akan keinginannya mengupas bawang. haura mengambilk bawang-bawang lainnya dan mulai menggelindingkannya denga pisau mainannya. Ia tertawa-tawa geli melihat aksinya sendiri.&lt;br /&gt;Bunda : "Hayoo, Haura. Bawangnya ditaruh lagi kesini ya" (menunjuk keranjang bumbu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haura masih asyik menggelindingkan bawang-bawang seakan-akan bermain golf mini. Tiba-tiba ia datang menghampiriku lagi. Kupikir ia akan mengembalikan bawang-bawang tadi. Kepalanya yang mungil dijulurkan ke arahku dan tiba-tiba saja, Haura mengucapkan kata-kata yang mengejutkan.&lt;br /&gt;Haura : "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mah, Uwa&lt;/span&gt; (Sebutan Haura krn ia masih cadel) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sayang mah..&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;Deggg! Byuurr... Rasanya baru kali ini saya merasakan sensasi yang luar biasa dari seuntai kalimat yang dilontarkan putri kecil saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang baru 2 tahun, ia sudah bisa belajar mengucapkan kata cinta.&lt;br /&gt;Haru menyeruak di hati saya, begitu dalam.&lt;br /&gt;lalu saya peluk putri kecil saya ini,&lt;br /&gt;Bunda :" terima kasih ya nak..."&lt;br /&gt;Putri saya pun berlari ke pojok mainannya dan mulai asyik bermain masak-masakan, meninggalkan saya yang masih terpesona dengan lontaran spontan putri kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, betapa bahagianya saya.&lt;br /&gt;Mungkin saya terlalu sentimentil. Tapi rasanya setiap ibu mungkin akan merasakan sama seperti apa yang saya rasakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, hari itu saya sangat bersemangat menjalani hari. Hatiku dipenuhi bunga-bunga cinta.&lt;br /&gt;Nanti saat suami pulang kerja, saya akan mengucapkan rasa sayang saya padanya, hehehe... Belajar mengucapkan cinta dari seorang anak usia 2 tahun, rasanya gak salah juga kan? hmmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;(Home sweet home, 7 September 2007)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4971938467133469144-1041641603201739943?l=hauramom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hauramom.blogspot.com/feeds/1041641603201739943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4971938467133469144&amp;postID=1041641603201739943&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1041641603201739943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4971938467133469144/posts/default/1041641603201739943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hauramom.blogspot.com/2007/09/haura-sayang-bunda.html' title='HAURA SAYANG BUNDA'/><author><name>Win Luy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/SlFhx_mn7nI/AAAAAAAAAE4/G2vwSNcfNc8/S220/haura%26bunda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1gjFjM8GZKs/RwH8F_r348I/AAAAAAAAABQ/FkWWmJager8/s72-c/bersama+bunda+%283%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
